COCO, The Best Movie Ever

Mama Coco, sejak meluncur di bioskop bulan november lalu, film ini menjadi salah satu film favorite gue. Walaupun gue cuma nonton sekali di bioskop karena sibuk bat monmaap guys, nggak menyurutkan niat gue untuk nyari-nyari film ini di berbagai platform media sosial penyedia film.

Akhirnya bulan Maret ini, Coco sudah ada di HOOQ!! Yeayyy!!! 


Dengan biaya sewa 29K gua nggak ragu buat ambil film ini.

Coco, ending film ini susah ditebak. Sejak awal film diputar, gue ngira yang namanya Coco ini si anak lakik yang bawa gitar. Tapi ternyata bukan. Dese namanya Miguel. 

Miguel dilahirkan di keluarga pengusaha sepatu. Keluarganya penentang musik garis keras. Sampai-sampai pengamen lewat di depan rumahnya aja diusir ._. dan gitar Miguel dihancurin waktu mau ikut kompetisi musik.

Selain itu laki-laki dalam foto yang disobek bagian kepala yang semula dikiranya Ernesto de La Cruz, ternyata bukan! Itu adalah Hector, sahabat De La Cruz, pemilik lagu-lagu yang dinyanyikan Ernesto.

Jadi permasalahan nenek buyut Miguel adalah Hector, suami mama Imelda ingin mengabdi pada passionnya di music. Semula, mama Imelda menyukai musik juga dan sering berduet dengan Hector, tapi sejak Coco lahir, mama Imelda jatuh cinta dengan Coco dan berniat untuk berhenti menyanyi, namun tidak dengan Hector. Hector memilih berkelana bersama sahabatnya, Ernesto de La Cruz. Namun di tengah-tengah perjalanan mereka Hector merasa rindu dengan Coco, sehingga memutuskan untuk pulang.

Namun Ernesto yang merasa tidak berdaya jika tanpa Hector, berniat untuk membunuhnya dengan meracuni Hector. Hector pun mati di tangan sahabatnya sendiri. Lagu-lagu yang diciptakan Hector kemudian di claim menjadi milik De La Cruz. Termasuk lagu Remember Me yang khusus Hector ciptakan untuk Coco.

Hector meninggal, tidak ada yang tahu, keluarga mungkin menganggap bahwa Hector benar-benar meninggalkan keluarga mereka karena musik, inilah yang membuat mama Imelda membenci musik dan diturunkan sampai ke Mamanya Miguel.

Namun tidak dengan Miguel. Miguel mewarisi bakat kakek buyutnya.

Mungkin Miguel tidak akan tahu kisah keluarganya jika dia tidak berusaha mengambil gitar De La Cruz. Karena inilah Miguel juga berhasil menyelamatkan ingatan Mama Coco akan papa Hector dan membuat Papa Hector berhasil menyeberang ke negeri manusia.


Part Miguel kembali dari dunia kematian dan mencoba mengembalikan ingatan Mama Coco akan Papa Hector, masih menjadi part yang menguras air mata. Meskipun berkali-kali sudah gue menonton Coco, di part ini gue masih aja nangis. Terharu bosku...

Anaknya mama Coco, yang selama ini melarang Miguel untuk bernyanyi pun berhasil luluh, dan mereka akhirnya mengetahui kisah sebenarnya. Bahwa pencipta lagu-lagu Ernesto adalah Hector, dan bahwa Hector tidak benar-benar meninggalkan keluarganya dan bahwa Hector sebenarnya dibunuh oleh sahabatnya sendiri demi popularitas.



Terlalu ribet kayaknya ya ini review. Kwwkwkwkwk.

Ini ungkapan bahagia aku karena bisa menonton Coco lagi. Meskipun dengan mengorbankan IGC 29.000. Tapi kembali bisa menonton Coco, priceless..





Kalian, udah nonton Coco, berapa kali?



0 comments:

Post a Comment