Rotasi Pegawai, Yay Or Nay?

Disclaimer: Tulisan ini murni opini dari saya pribadi, tidak ada sangkut paut atau bermaksud untuk menjelekkan instansi saya, atau maksud negative lainnya.


Tahun baru yang sedikit suram untuk pekerjaan saya. Dunia per-PNS-an ini sedikit banyak mengubah hidup saya. Waktu saya tergantung dengan pekerjaan saya. Semua serba tak pasti. Bahkan rencana sematang apapun, bisa gagal hanya karena tugas negara. 

Iya. Sudah booking pesawat PP, semua batal karena tugas dinas. Sudah booking kereta, namun terpaksa hangus karena jadwal rapat mendadak.

hhhhhh.....

But, i have to face it.

Dari sekian takdir yang kadang bikin hari meringis-meringis itu, ada satu hal yang paling membuat sedih luar biasa.

Rotasi pegawai.

Mungkin tujuannya adalah penyegaran, baik pimpinan maupun pegawainya sendiri. Bagi pimpinan mungkin sebagai event untuk meningkatkan skill diluar pendidikan formalnya atau menambah pengalaman atau pengetahuan selain bidang yang dikuasainya.

Ada positifnya, bahwa pengetahuan tidak hanya diperoleh melalui bangku sekolah saja, namun did you know that archive is different?

Arsip itu berbeda. Dunia kearsipan membutuhkan SDM dengan skill yang tidak biasa. Dunia kearsipan membutuhkan orang-orang yang kompeten di bidang arsip.

2x kami kehilangan pemimpin yang kompeten meskipun pendidikan formal mereka dari ekonomi.

Namun komitmen mereka untuk memajukan arsip di Kementerian, sungguh luar biasa. Bahkan seorang Widya Pratiwi bisa memahami arsip bahkan mungkin lebih banyak daripada kami-kami yang notabene lahir dari pendidikan kearsipan.

Sisi ingin tahu dan mau belajar dari sosok Widya Pratiwi ini yang patut untuk seharusnya beliau dipertahankan. Kearsipan perlu orang-orang yang mau belajar, komit, dan tegas. Bukan orang-orang yang gila harta menghalalkan segala cara untuk dianggap berada dan bukan orang-orang labil yang gampang tergiring opini.

Pendidikan kearsipan adalah pendidikan yang sulit menurut saya. Sehingga orang-orang di dalamnya perlu niat, komitmen, dan integritas yang tinggi untuk memajuan kearsipan KESDM lebih baik lagi.

Dengan adanya rotasi, kami harus beradaptasi dengan pemimpin baru, menyesuaikan dengan ritme kerja beliau, dan harus bisa mengikuti atau bahkan mengarahkan kemana subbagian ini akan terbang dengan kapten yang baru.

Rotasi seharusnya tidak secepat ini. Terpaut 1 tahun dari kasub sebelum dan sebelumnya, dan kini kami harus beradaptasi lagi. Kalau beradaptasi terus kapan kerja seriusnya? Kalau harus menyesuaikan terus kapan selesai pending matters-pending matters itu?

Di Kasub sebelumnya, perencanaan sudah matang tinggal eksekusi, kemudian kena rotasi, beberapa perencanaan tidak berjalan sesuai rencana. Kemudian Kasub yang ini perencanaan sudah tinggal pelaksanaan saja harus beradaptasi lagi, dan kemungkinan beberapa rencana tidak berjalan sesuai yang sudah direncanakan.

Jadi menurut saya, khususon kearsipan rotasi diberikan setelah lebih dari 3 tahun jadi pekerjaan yang sudah terencana dengan baik bisa diwujudkan sesuai dengan perencanaannya. 




CMIIW

0 comments:

Post a Comment