Anak yang Kehilangan Induknya

7 January..

Bangun dengan kepala pusing dan rasa ngantuk yang masih mendarat dengan santai di pelupuk mata.

Alarm meraung-raung menandakan sudah waktunya bekerja. Kali ini kerja di dapur. 

Duduk di pinggiran kasur sambil menatap sekeliling kamar, bersyukur kepada Tuhan atas semua yang sudah Dia berikan. Yang ada dalam kamar ini, atau yang ada dalam hati ini. Dan orang-orang yang ada di sekitar saya.

nuut...nuttt...

Sebuah pesan group membuat saya bertanya-tanya.

document.

Apa nih isinya?


Pagi... Cerah.. Tak berawan sedikitpun..

Tapi tidak dalam hati ini.

Undangan Pelantikan Pejabat Eselon IV.

Ada nama bos saya dalam lampiran undangan itu.

Mbak Widya...

Padahal kami barusaja beradaptasi dengan beliau. Barusaja mengerti bagaimana ritme kerja beliau. Barusaja kami bisa mengendalikan emosi beliau.

Kemudian beliau dipindah tugaskan.

Tugas kami adaptasi kembali dengan pemimpin yang baru.

Kami tahu, jabatan adalah amanah, jabatan adalah titipan. Seperti kami-kami juga merupakan titipan Tuhan kepada orang tua kami masing-masing.

Tapi rasanya tetap saja...kehilangan adalah hal yang membuat kami tak mampu berkata-kata lagi saking kami, saya khususnya sakitnya hati ini, perih dan ngilu di ulu hati.


Entah kata-kata apa lagi yang mampu mendeskripsikan perasaan saya saat ini..

Hati ini berduka.




Jujur, gue nangis baca pesan diatas. Tau gimana awal-awal dipimpin beliau. Bagaimana beliau menggertak kami semua sampai saya melontarkan kata-kata balasan yang cukup bikin semua kaget.

Bagaimana beliau panic at the disco atas setiap acara-acara penyelenggaraan, dan kami berhasil menyajikan acara-acara yang ciamik dan beliau bangga kepada kami.

Bagaimana tugas-tugas beliau yang "ditunggu jam 12 ya say", meskipun tegas tapi masih memanusiakan kami.

Bagaimana beliau tegas terhadap setiap staff beliau tanpa memandang siapa dan apa. Seorang madya ada bisa di sleding sama dia, and I proud you ibu kasubku tersayang.

I love you, and I loose you.

Terima kasih atas dedikasinya kepada Subbagian Kearsipan, Ibuku sayang. Terima kasih kerjasamanya selama ini. Terima kasih atas ketegasannya. Terima kasih atas rejeki-rejeki yang mungkin beberapa kali melalui campur tangan Ibu. Terima kasih sudah mau belajar tentang kearsipan meskipun sebenarnya Ibu tidak passion. Terima kasih atas becandaannya selama ini. Maafkan kalo bercandanya kami menyinggung Ibu. Maafkan kalau kami semua merepotkan Ibu, maafkan kalo kami kadang ngeyel, maafkan kalo kami kadang membicarakan Ibu dibelakang, maafkan kalo kami kadang nggundelin ibu.

Ibu Kasubku...

Selamat bertugas di tempat yang baru. Semoga kesuksesan selalu ada dalam genggaman engkau.. 


We Love You, Ibu Kasubku.....

0 comments:

Post a Comment