Yang Sudah Dekat pun [Masih] Tak Bisa Menyatu

Haaaiiiiii *melambai-lambai dari ketinggian 900mdpl*

Sedah berapa lama sejak gue terakhir nulis? Banyak banget event blog yang udah gua lewatin sangking kesibukan dunia nyata nggak bisa diistirahatin.

Oh iya, Selamat Hari Blogger, untuk para penulis-penulis blog yang jatuh pada tanggal 27 Oktober yang lalu. Semoga semangatnya menulis tetap membara, nggak kayak gue yang kadang males, kadang males banget *digebuk*

Baik. Semoga dengan event hari blogger yang sebenernya udah lewat lama banget ini, gue, sebagai blogger abal-abal tetep bisa konsisten menulis *bersulang*.

Balik ke judul ah, kadang yang sudah dekat pun masih tak bisa menyatu. Eng.... jangan salah fokus deh, fokesnya agak dipindah dulu ke sisi timur Jawa, the sunrise of Java.

Yap! Banyuwangi.

Selama hampir 9 tahun aku punya akun twitter, sejak tahun lalu akun portal berita selalu dengan headline "Banyuwangi, Banyuwangi, Banyuwangi". Ada apose sama banyuwangi kok bisa se hits itu?

Kali ini gua dapet kesempatan berkunjung ke Banyuwangi dalam rangka, kerja.

Yaaaa apalagi kan kalo ndak kerja. Buruh kek gua ini gakan bisa jalan2 kecuali nabung dan nggak makan.

Tugas dinas kali ini membawa gue ke Gunung Raung. Pos Pengamatan Gunung Raung. Setelah 2 tahun ke belakang gua tugas ke Gunung Kelud dan Gunung Dempo.

Sebelum gue berangkat, gue berdebat sama kawan di kantor bahwa pos pengamatan Gunung Raung ini menjadi satu dengan pos pengamatan Gunung Ijen. Sementara pos pengamatan Gunung Ijen ini pernah dikunjungi oleh tim kearsipan Biro Umum di tahun 2013.

Pada kenyataannya, mereka dipisah. 




Pos pengamatan Gunung Ijen berada di Kampung Pangsungsari, Licin, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Sementara pos pengamatan Gunung Raung berada di Desa Sumber Arum Kec. Songgon, Banyuwangi. Padahal secara fisik kedua gunung ini berdekatan.

G. Raung dan Ijen via Google Maps
Gunung Raung dan Ijen via legrexadventure.blogspot.com
Berdasarkan penjelasan dari Pak Mukijo, beliau ini guanteng tapi anaknya dah TK, dulu sekali kedua gunung ini memiliki pos yang sama dengan kata lain, 2 gunung satu pos pengamatan seperti Sindoro Sumbing. Namun seiring berjalannya waktu kedua gunung ini memiliki ciri fisik yang berbeda sehingga visual Gunung Raung tidak dapat teramati dengan jelas jika pos tetap berada di kawasan Ijen. Oleh karena itu dibangunlah pos pengamatan Gunung Raung di Desa Sumber Arum ini. Berada di kaki G.Raung dengan ketinggian 900mdpl.

Suhu dan cuaca di pos pengamatan Gunung Raung (PPGA Raung) cenderung sama seperti waktu di Kelud, siang sekitar 27-28 derajat celcius sementara pada malam hari sekitar 20-21 derajat dan pagi hari 19 derajat.

Kondisi air jangan tanya lah yaa... Jernih dan layaknya es yang mencair. Ntap!

Jalur pendakian G.Raung berada di Kab. Bondowoso. Sekitar 6jam dari Banyuwangi. Para PGA pun harus ke Bondowoso jika akan ke puncak. Karena jalur selain dari Bondowoso memiliki medan yang berat, terdapat banyak jurang dan tak jarang pendaki harus merangkak. Pernah ada kejadian para pendaki tersesat sampai 3 minggu dalam event membuka jalur, namun karena jalur terlalu ekstrem, mereka gagal. 

Untuk sampai ke puncak dan turun lagi membutuhkan waktu 2 hari 1 malam, udah termasuk campingnya. Wow.. tertarik?

Ciri khas G.Raung adalah puncak sejati. Ingat ya Puncak Sejati itu punya Raung bukan Semeru. Orang kadang kebalik-balik. 

Pada tahun 2015, G.Raung batuk-batuk, yang mengakibatkan 5 bandara ditutup selama 2 hari kalo ndak salah. Bandara Bali, Surabaya, Malang, Banyuwangi, dan Lombok. Gilee bandara Bali aja di tutup gimana dah para pebisnis itu? Sail Bali kali ya. wkwkwkw

Pokoknya kunjungan ke gunung itu ndak pernah mengecewakan, ada aja yang bisa diceritain dan didengerin dari para pengamat-pengamat ini. Apalagi kalo gunungnya lagi batuk-batuk, pasti ada aja yang dateng ke Pos, sementara kalo gunungnya anteng yaaa siapa yang mau dateng? terakhir absen buku tamu aja april 2017. :)))))

Yah walaupun dibutuhinnya kalo pas darurat aja, yang pasti kaliyan terbaik, sudah menyelamatkan nyawa warga dan segala bentuk pengabdian ke masyarakat. Dan yang pasti udah icip-icip ke Hawaii. Duhhh envyyyyyy........





bersama para punggawa G.Raung

0 comments:

Post a Comment