Tuhan [memang] Maha Adil

Sering saya mendengar orang, bahkan mungkin teman sendiri, bahkan saya sendiri dulu pernah menyebutkan bahwa Tuhan tak pernah adil.

Hanya karena, saya lolos ujian padahal saya tidak berusaha dengan maksimal ketika melalui rangkaian ujian CPNS, sedangkan kawan saya yang berjuang mati-matian untuk lolos, dia tidak lolos.

Bukan saya tidak bersyukur. Bahkan saya menangis saat pengumuman.

Namun berefek pada kinerja saya yang gitu-gitu aja.

Saya masih menilai Tuhan tidak adil.

Hingga suatu ketika...

Saya mendapat ujian atau balasan, yang diluar kendali saya, yang mengubah mindset saya tentang keadilan Tuhan.

Mungkin menurut kita, Tuhan nggak adil. Tapi menurut Tuhan, itu sudah yang paling adil.

Dulu, saya sering merasa, kenapa kawan saya yang satu itu bergelimpangan rezeki. Kenapa yang lain dengan mudahnya melakukan apa yang dia mau.

Yang saya nggak tahu, bahwa pekerjaan dia berat, tuntutan pimpinan banyak, belum lagi untuk kemajuan karirnya dan pendidikannya.

Sedangkan saya, hanya duduk manis menyelesaikan pekerjaan sesuai target, sambil ngeblog.

Ketika saya merasa kok orang lain dengan mudahnya mendapat jodoh, gue kok gagal mulu.

Yang saya nggak tau, dia tiap malam sholat tahajjud, sholat hajat, sehingga Tuhan mengabulkan doa-doanya.

Dulu, saya berfikir bahwa semudah itu kah mendapatkan yang mereka mau, sekolah di luar negeri, eurotrip, dsb..

Yang saya nggak tau, dia belajar siang malam tanpa mengenal lelah. Sedangkan saya... mainan handphone jadi ketinggalan beberapa lomba blog.


Tuhan itu adil, manusia yang sering tidak menyadarinya.


Mungkin dulu, saya merasa kok saya sudah mapan, belum juga ada yang mau. 


Lagi-lagi sentilan Tuhan, lebih baik sendiri memperbaiki diri, daripada lekas tapi terjatuh pada pilihan yang salah.


Atau, konsekuensi atas semua yang sudah direncanakan.


Mungkin Tuhan sedang menyiapkan sesuatu, atau seseorang yang bisa menerima rencanamu, atau yang bisa menerima kehancuran hatimu saat ini.





Wallahu 'alam.

0 comments:

Post a Comment