Cerdas, dan Tegaslah !

Tulisan ini untuk semuanya, terutama laki-laki yang dirinya kurang percaya diri.

Saya, seorang perempuan yang (sering) disakiti. Iya, kesalahan saya, selalu, dan (mungkin) telah mendarah daging.

Mungkin memang harus begini kehidupan saya.

Beberapa waktu lalu, saya sedikit mengalami masalah yang cukup serius, dan saya bermaksud memohon bantuan dengan seorang kawan sejawat. Sudah barang tentu, laki-laki, yang dengan harapan saya, mampu melindungi saya.

Ternyata, saya kembali salah.

Yang saya harapkan menjadi pelindung justru menghancurkan saya pelan-pelan. Kecewa? Sangat. Jika tahu begini, saya atasin sendiri.

Sebagai seorang laki-laki. Kalian harus tegas. Jangan bergantung dengan perempuan yang notabene dia lemah. Seorang perempuan, dia ingin diberikan arah, bukan malah tambah dijadikan runyam.

Seorang perempuan, sudah barang tentu memiliki beberapa opsi.

Misal,

Ada sayur kol, mau dimasak apa? Bisa dibuat soup atau dibikin tahu isi. Kamu pilih mana?

Laki-laki hendaknya menjawab dengan tegas, soup enak.

Bukan dengan jawaban yang ngambang, "sop juga enak, dibikin tahu isi juga boleh tuh".

-_-"

Mungkin perumpamaan saya kurang sepadan, tapi itu yang paling ringan. Itu hanyalah sepele, masalah makanan.

Hampir sama dengan masalah kehidupan. Harus bagaimana mengambil sikap, dan keputusan.

Seorang laki-laki, dituntut untuk memiliki sikap yang tegas. Tidak ya tidak, iya ya iya. Hidup ini adalah tentang mengambil keputusan. Jika kau salah, hidupmu mungkin akan selesai disini.

Mungkin saya memang nggak berhak untuk mengkritik seseorang yang notabene lebih tua dari saya, dan telah membantu saya banyak sekali. Namun, tidak ada salahnya kan, saya menuliskan uneg-uneg saya?

Saya, seorang perempuan yang membutuhkan laki-laki yang tegas, yang mampu membuat keputusan untuk saya, tentang yang baik dan benar, tentang yang berani menolak keinginan saya yang salah, dan mampu mengarahkan saya ke sesuatu yang lebih baik.




Sesimpel punya pemikiran yang sama dengan saya,

Kalau gerbong KRL kotor siapa yang salah? Passenger! Bukan petugas kebersihan!!!

0 comments:

Post a Comment