Urus Sendiri Sampahmu

Saya menulis ini, dengan harapan agar 1 atau 2 orang yang membaca tulisan saya tergerak untuk #UrusSendiriSampahmu. 

Dengan tulisan ini, saya tidak merasa jika saya orang yang "bersih", tidak. 

Saya pun dulu masih sering jika makan di warung atau restoran atau tempat makan pinggir jalan sering membuang sampah saya di meja, plastik jajan yang saya taruh begitu saja di meja, atau tissue bekas pakai yang saya celup-celupkan di mangkuk tempat saya makan.

Tanpa memperdulikan pengguna meja setelah saya.

Hingga suatu hari, saya pergi ke Bandung menggunakan angkutan travel. Didalam travel tersebut banyak sekali sampah penumpang sebelumnya. Botol air mineral, sampah kresek yang berisi daun entah bekas membungkus makanan apa, dan.... pop mie! 

Meskipun pop mie tersebut tertutup kertas penutupnya dan saya tidak melihat apakah ada sisa air didalamnya atau tidak yang jelas itu sampah. Apa susahnya membawa kembali sampah masing-masing dan membuangnya di tempat sampah?

Saya juga sering mendapati meja yang berantakan ketika berada di restoran dan kami menunggui petugas yang sedang membersihkan meja tersebut. 

Orang Indonesia ini, sukanya dilayani. Mulai dari membeli barang, sudah ada yang menghitungkan total belanjaan, membeli bahan bakar sudah ada yang siap melayani. Katanya mereka-mereka ini sudah dibayar kok! Huft.

Mulai dari sana, saya mencoba untuk selalu membersihkan sampah saya, membawanya kembali dan membuangnya ke tempat sampah. 

Nggak ada salahnya kok mengurusi sampah sendiri setidaknya membantu meringankan petugas restoran karena tidak semua restoran memiliki pegawai untuk bersih-bersih meja dan juga paling ngga kita tidak menyebabkan orang lain merasa tidak nyaman karena ulah kita.




So, yuk #UrusSendiriSampahmu


0 comments:

Post a Comment