Yang Perlu Diingat

Di tahun ini kita pertama kali ketemu, dan di tahun ini pula kita tak lagi saling sapa.

Lihatlah betapa tahun ini sangat membekas buat gue. Kisah kita yang (mungkin) belum selesai, harus dipaksa selesai.

Lihatlah betapa gue mencoba (memaksa) kuat. Lihatlah betapa gue udah nyia-nyiain beberapa orang hanya karena kau tak pernah hilang dari pikiran.

Kau, yang dulu berusaha membuatku tersenyum dalam kesedihan, yang pada akhirnya membuat gue pedih lagi.

Tak semua orang bisa dipercaya memang. Beberapa hanya bisa disenyumin aja. Lainnya anggap aja angin lalu.

Tapi yang perlu diingat, kau pernah membuatku tertawa terbahak. Kau pernah membuatku merasa nyaman, kau pernah membuatku merasa hangat.

Yang perlu diingat, aku pernah merapal doa untukmu, untuk kesuksesanmu, untuk keberhasilanmu. 

Meskipun pada waktu itu akulah siapa untukmu.

Yang perlu diingat, kita pernah sedekat nadi, kau pernah menggenggam erat tanganku, dan mengecup lembut keningku.

Meskipun kini hanya sebuah cerita, tapi kau memberiku banyak kekuatan untuk menghadapi hari tanpa tertawa bersama lagi.

Tahun 2016 hampir berakhir, seiring selesainya kisah kita pun kenangan itu perlahan memudar.

Jadi begini rasanya move on? Ketika beberapa kali melihat namamu di sosial media atau foto-fotomu di jejaring sosial, sudah tak ada getir di dada. Sudah tak ada perasaan tak enak yang menjalar di hati.

Aku menerimamu yang kini telah berjalan menjauh.

Terima kasih untuk ceritamu, untuk kisah kita yang kini sudah kulupakan. Bagaimanapun, kau pernah ada di hidupku. Doaku tetap sama, semoga kau baik-baik saja, dan berhasil mendapatkan apa yang pernah kita perdebatkan tentang masa depan dan keluarga.


Seiring dengan selesainya 2016, ku melepasmu pergi....

0 comments:

Post a Comment