Yuk Piknik Ke Purworejo

"Purworejo itu mana?"

Sebagai orang asli Purworejo, mendapat pertanyaan seperti diatas adalah hal yang mengesalkan. Padahal kota yang berada di selatan Pulau Jawa ini telah berusia 1.115 tahun. Mungkin sangking tua usianya, menyebabkan hanya segelintir orang yang tahu kota ini.


Meskipun sudah berusia 11 abad, kota ini tetap menyimpan keindahan alam dan keramahan warganya. Terbukti ketika kami menelusuri jalanan menuju tempat camping kami, tak sedikit warga yang menyapa kami. Ciri khas orang jawa.


Purworejo, kota kecil di Jawa Tengah yang berbatasan langsung dengan Daerah Istimewa Yogyakarta ini menyimpan banyak sekali spot menarik untuk sekedar melepas penat diantara tumpukan kerjaan.


Yuk simak beberapa ulasan tempat-tempat menarik yang bisa kalian kunjungi di Purworejo.


1. Camping VIP di Puncak Seplawan
Seplawan sebenarnya lebih dikenal dengan Goanya, Goa Seplawan. Namun masih sedikit sekali traveler yang tahu bahwa di Seplawan juga bisa dijadikan tempat untuk mendirikan tenda. Lokasi yang berada di Desa Donorejo dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ini cukup ditempuh selama 45 menit dari pusat kota Purworejo, dengan menggunakan sepeda motor. Sebenarnya jalur yang dilalui sedikit ekstrim dengan banyaknya tanjakan dan jurang di sisi kirinya, namun perjalanan sulit ini akan terbayar dengan sunrise yang memanjakan mata dan pemandangan hamparan awan dan hijau pepohonan di bawah bukit yang tak kalah indah dengan pemandangan di puncak Bukit Punthuk Setumbu.




Di ketinggian 700 mdpl ini, kalian bisa menikmati indahnya sunrise setelah menginap di tenda semalaman. Atau bisa juga camping VIP di pendopo Seplawan. Di Pendopo ini tempatnya seperti teras, sehingga kalian tak perlu kehujanan jika hujan turun.
camping VIP dong

Atau kalo dirasa tak kuat mendaki bukit, bisa melalui gardu pandang, pemandangan juga tak kalah indahnya.


view dari gardu pandang


2. Goa Seplawan.
Inilah tempat yang lebih dikenal di Seplawan daripada tempat camping, Goa Seplawan. Goa ini memiliki beberapa cabang, beberapa diantaranya buntu, dan sisanya belum ditemukan ujungnya. Beberapa meter dari mulut gua, sudah terdapat lampu yang menerangi, namun setelah kolam tidak ada penerangan sehingga pengunjung harus membawa senter sendiri jika ingin memasuki goa lebih dalam. Jika pengunjung tidak ingin masuk ke gua, bisa duduk-duduk santai sambil menikmati pemandangan hijaunya hutan, kicauan burung, dan menikmati segarnya udara pedesaan.




3. Curug Siklothok
Terletak di Desa Kaligono Kecamatan Kaligesing, merupakan wisata air terjun. Curug Siklothok merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Desa Kaligono. Pemandangan air yang turun dari ketinggian, dan banyaknya pepohonan yang memberikan kesan sejuk dan segar ini layak untuk dijadikan bucket list wisata alam kalian. Di Curug ini kini dibuat jembatan yang dapat digunakan untuk berselfie ria.


Curug Siklothok (pict by fb Pesona Purworejo)

Jembatan Selfie (Pict by Facebook/PesonaPurworejo)


4. Kolam Renang dan Curug Tawing
Pernah merasakan berenang dengan pemandangan air terjun? Belum? Boleh coba berenang di Kolam renang curug Tawing. Kalian bisa berenang ditemani dengan gemericik air yang mengalir dari tebing. Curug ini terletak di Desa Tlogoguwo, tak jauh dari jalan raya Kaligesing-Yogyakarta. 
Kolam renang dengan air terjun disisinya. (pict by tlogoguwo.wordpress.com)



5. Rumah W.R. Soepratman
Terletak di Desa Sumongari, Kecamatan Bagelen, sekitar 13 km dari pusat kota Purworejo, terdapat rumah bersejarah. Rumah W.R. Soepratman, pahlawan nasional Indonesia. Tak banyak yang tahu, bahwa di Somongari sang komposer pencipta lagu Indonesia Raya dilahirkan. Di dalam bangunan rumah sederhana berukuran sekitar 8x5 meter, terdapat beberapa ruangan. Namun, isinya tidak banyak. Hanya, di ruangan utama terdapat beberapa memorabilia sang komponis. Beberapa informasi seputar pencipta lagu kebangsaan terpajang dalam bingkai rapi. Dengan membaca belasan bingkai cerita, pengunjung akan mudah memahami perjalanan hidup sang komponis. (sumber: Kompas.com)

Rumah W.R. Soepratman


6. Mercusuar Pantai Ketawang
Siapa sangka di Purworejo juga ada mercusuar. Ya, mercusuar ini terletak di Dusun Ketawang, Desa Ketawangrejo, Kecamatan Grabag Purworejo, dengan pantainya pantai ketawang. Meskipun pantainya berpasir hitam, namun pemandangan disana tak kalah indah dengan pantai-pantai berpasir putih lainnya. Selain itu, pemandangan pegunungan sewu dan menoreh di sebelah timur dan karst gombong di sebelah barat menambah keindahan di pantai ini. Selain itu posisi mercusuar yang berada di tengahh rawa-rawa yang sudah dimanfaatkan sebagai kolam ikan dan lahan bercocok tanam.

Mercusuar Pantai Ketawang (pict by Pesona Purworejo)


7. Susu Kambing Etawa
Setelah ritual memanjakan mata dengan sejarah dan pemandangan alam, yuk ke tempat yang bisa memanjakan perut dan lidah. Di Kecamatan Kaligesing, mayoritas masyarakatnya memiliki ternak kambing peranakan etawa. Kambing etawa merupakan jenis kambing hasil persilangan antara kambing jamnapari dengan kambing lokal. Asal usul menyebutkan pada sekitar tahun 1930-an, pemerintah kolonial Belanda membawa kambing jamnapari dari India ke Daerah Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah. Kambing jamnapari ini kemudian disilangkan dengan kambing lokal (kambing jawa randu atau kacang). Hasil keturunan dari silangan inilah yang kemudian disebut dengan kambing etawa ras kaligesing. Saat ini kambing etawa ini tak hanya dijadikan sebagai kambing penghasil daging dan penghasil susu, namun telah beralih menjadi kambing k0ntes. Ciri dari kambing etawa adalah kepalanya yang hitam dan badannya yang putih. Susu kambing etawa sendiri banyak mengandung protein, selain itu juga mengenyangkan, sekali minum bisa kenyang seharian. Itu sih saya. Hehehe. 


susu kambing etawa baru diperah


8. Bakso Sukar
Jika kalian berkunjung ke Purworejo, saya menjamin kalian tak akan kelaparan. Di daerah Kutoarjo, tepatnya sebelum perempatan lampu merah yang menuju ke Stasiu Kutoarjo, terdapat bakso yang lezatnya nagih. Yak! Bakso Pak Sukar memang tak pernah sepi. Apalagi jika lebaran tiba, kalian akan menikmati indahnya mengantre hingga berdesakan hanya demi semangkuk bakso.


bakso pak sukar kutoarjo


penampakaan
(pict search by google)


9. Dawet Ireng Jembatan Butuh
Yang haus  yang haus, bisa sejenak singgah di dawet ireng jembatan butuh. Warung dawet ini letaknya sebelum jembatan butuh jika kalian dari arah Purworejo menuju Kebumen. Segarnya dawet ini dan manisnya kuah gula jawa akan menambah konsentrasi kalian berkendara. 


dawet ireng jembatan butuh (pict by nuradinugroho.wordpress.com)

10. Bebek Goreng Pak Dargo
Setelah seharian mengitari berbagai tempat wisata di Purworejo, saatnya menikmati hidangan yang memanjakan lidah. Yaak! Bebek goreng Pak Dargo. Meskipun bebek goreng merupakan menu yang mainstream, tapi ku jamin jika ke bebek goreng Pak Dargo, rasanya pasti beda. Warung Pak Dargo pernah juga didatengi acara Tukul jalan-jalan loh. Warung ini ada 2 TKP, satu di dekat Stasiun Purworejo, satu berada di jalan Purworejo-Jogja.
bebek pak dargo sebelah alun-alun purworejo (pict by bebekgorengdargo.blogspot.com)

bebek goreng pak dargo jl.purworejo-jogja


11. Clorot
Jajanan pasar khas Purworejo yang terbuat dari tepung beras dicampur gula merah, santan kelapa, sedikit garam, dan daun pandan sebagai aromanya, sehingga menyerupai jenang. Adonan tersebut kemudian dimasukkan wadah yang terbuat dari janur kuning yang dibentuk kerucut menyerupai terompet. Dengan bentuk yang unik, kebanyakan orang memakannya dengan dibuka janurnya perlembar, namun ada cara lain yang cukup ringkas untuk menikmati clorot ini, yaitu dengan menekan ujung bawah clorot yang terbuat dari janur pula. Sekarang ini, clorot memang sudah jarang ditemukan, namun di pasar-pasar tradisional di Purworejo masih ada beberapa penjual yang menjual clorot, apalagi di daerah Grabag yang memang daerah asal clorot.


clorot (pict by telusurindonesia.com)



Mari tinggalkan sejenak pekerjaanmu, dan hirup udara nan sejuk di Kota Purworejo Berirama. Salam.






Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah @VisitJawaTengah (www.twitter.com/visitjawatengah)

2 comments:

  1. Metanatics di tunggu next artikel nya yoh,, tp ojok lih baper ndak mager,,,,, uwuwuw

    ReplyDelete