Mencintai Dengan Sederhana

Seperti daun yang rela gugur setiap kemarau untuk menjaga pohonnya tetap utuh.
Seperti lilin yang rela meleleh untuk menjaga sekitarnya tetap terang.
Seperti langit yang rela ditinggalkan matahari untuk menampakkan bintang-bintang yang indah.

Kau, satu dari jutaan ciptaan Maha Kuasa yang ku kagumi.
Dan banyak diluar sana yang mengagumimu.
Indah parasmu, dan lembutnya sifatmu membuatku hanya berdiri diam menatapmu dengan sudut mataku.

Kau, yang selalu ku sebut dalam 5 waktuku.
Kau yang selalu hadir dalam sepertiga malamku.

Aku mencintaimu dengan sederhana.
Sesederhana doa para guru agar muridnya berhasil.
Sesederhana doa para atlet sebelum berlaga.

Setulus itu aku mencintaimu.
Setulus para tukang becak mengantarkan penumpang ke tujuan.
Setulus doa para kaki lima yang mengharapkan pelanggan segera datang.

Aku menunggumu dengan sabar.
Sesabar para pekerja menanti jam pulang di hari jumat.
Sesabar para kaum LDR menempuh jarak ratusan kilometer untuk bertemu dengan kekasih.

Seperti itu aku mencintaimu.
Kau yang seperti senja, yang disanjung banyak orang.
Namun adakah diantara pengagummu yang mengikatmu sebelum kata aamiin?

0 comments:

Post a Comment