Cinta dan Kedewasaan

Cinta itu apa? Sayang itu apa?
Saya hampir tidak bisa paham tentang arti keduanya, kecuali dua orang yang berbeda kelamin yang saling memiliki. Bukan begitu?

----

Saya sendiri sedang dalam perenungan mengenai hal itu. Apa sih cinta? Apa sih sayang? Apakah cukup hanya dengan saling memiliki? Apakah cukup dengan saling ada di setiap waktu? Setiap waktu, atau setiap butuh?

---

"Tolong bedain ya Ta, antara kamu itu benar-benar sayang sama dia, atau kamu karena kesepian? Atau karena faktor lingkunganmu disana?"


Cinta, sayang, harusnya kamu nggak menuntut apapun dari dia. Biarkan dia dengan waktunya, biarkan dia melakukan yang terbaik dari dirinya.
Anggap saja sekarang, kalian bertemu dalam waktu yang salah. Kamu datang ke hidupnya ketika dia jenuh dengan pasangannya, dan dia datang ke hidupmu ketika kamu kesepian. Lupakan jika memang kamu tidak menyayanginya dengan tulus, doakan jika memang ada ketulusan dalam dirimu. Tuhan maha mengabulkan doa. Bertemu dengan keadaan yang sama-sama sudah "siap" itu menyenangkan.

---

Nasehat dari seorang sahabat saya sedikit membuat saya menahan air mata di pelupuk. Saya belum dewasa ternyata. Umur tidak menjamin seseorang menjadi dewasa. Memiliki pekerjaan nyatanya tak membuat sifat kekanak-kanakan saya hilang. Menjadi orang dewasa, rumit. Setiap part mengandung arti yang besar. Setiap keputusan yang diambil memberikan penilaian orang lain terhadap diri sendiri.

Satu hal lagi, menjadi dewasa harus bisa membedakan mana ego, mana keputusan yang tepat, dan belajar bersabar menunggu kejutan-kejutan dari Tuhan.





0 comments:

Post a Comment