Review: Ada Apa Dengan Cinta 2

Ada Apa Dengan Cinta. Sebenarnya gue nggak punya ekspektasi tinggi dengan film ini karena gue kemakan omongannya romeogadungan yang bahwa AADC aja itu udah cukup memuaskan, dan biarkan para pemirsa menduga-duga sendiri tentang bagaimana Cinta dan Rangga selanjutnya. Biarkan imajinasi pemirsa yang menyelesaikan bagaimana ending dari kisah Cinta dan Rangga.

Kemudian muncul mini drama AADC sebagai promo jejaring sosial L*NE di tahun 2014, yang akhirnya para punggawa AADC ini memutuskan untuk melanjutkan cerita Cinta dan Rangga setelah 14 tahun. Karena itu setiap pemirsa AADC pasti punya harapan yang berlebihan dengan AADC 2, pasti setiap penikmat AADC nggak mau cerita atau ending Cinta dan Rangga jelek. Kecuali gue, gue nggak punya ekspektasi setinggi itu untuk AADC 2. Tapiiii...... Ternyataaa...


AADC ituu... Bagussss bangeeettttt.


Serius. Awalnya nonton karena spoiller udah dimana-mana dan nggak mau gitu tau cerita lengkapnya karena spoiler orang-orang di timeline, dan beberapa teman yang udah check-in bikin okelah gue nonton aja sekarang. Dan memang, AADC 2 ini bisa banget bikin baper. Apalagi beberapa tempat syutingnya di Jogja, ah bikin aku pengin kembali ke Jogja lagi.

Beberapa part ada yang bikin nangis mewek dan beberapa ada yang bikin ketawa ngakak. Persahabatan Cinta, Milly, Maura, dan Karmen membuat gue merasakan gue rindu teman-teman gue semasa kuliah dulu yang kemana-mana selalu berempat, mbolang bareng, cerita bareng. I miss you four. Oke, gue mulai nglantur.

Balik ke review,

Menurut gue, AADC 2 ini nggak ada cacat. Bagus banget membuat ekspektasi gue yang tadinya biasa aja justru ini hebat banget. Apalagi ada arsip dibawa-bawa dalam dialog, sebagai orang yang kerja di bidang arsip dan kadang arsip itu nggak dianggap, udalah tau arsip disebut oleh Dian Sastro, seneng banget. hahaha. Dan Rangga yang kesel-kesel cool ini aduh bikin gemeeesss. Ditambah petikan lagu bimbangnya Melly Goeslaw ini nambahin kebaperan selama nonton. Fix!


Gue lihat sekeliling bioskop, sebagian besar mereka nonton dengan pasangan masing-masing. Entah itu pasangan yang sama dengan waktu AADC 1 diputar atau justru orang yang berbeda. Beberapa dari mereka mungkin datang sendiri dengan sisa-sisa memory waktu AADC 1 dulu, dengan orang yang mereka ajak nonton berdua kala itu. Atau mungkin sebagian ada yang balikan karena puisi Rangga. Lihat tanda tanya itu. Jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu. Sekali lagi.


Dan puisi Rangga, habis ini kayaknya gue bakal suka puisi nih. 

?
Lihat tanda tanya itu,
Jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu,
Sekali lagi. 


Satu kata habis kelar nonton AADC. Puas banget. Yang diawal sempet was-was takut endingya ngga sesuai dengan yang diharapkan, ternyata endingnya memang diluar yang diharapkan, "diluar" dalam konteks ini bagus banget. Udah. Pokoknya AADC layak banget ditonton nggak cuma sekali. 



Gue mau nonton sekali lagiiii. Yuk nonton AADC lagi.







dengerin ini coba deh...


0 comments:

Post a Comment