Menuju Dua Puluh Tiga

Huuaahh... Nggak terasa udah mendekati usia dua puluh lima. Usia yang nggak pantes lagi kalo suruh mainan lompat tali atau gobak sodor. Usia yang udah diburu-buru eyang untuk segera cari bapak untuk cucunya calon teman menua bersama. Usia yang harus memilih karir atau kuliah lagi?

Ulang tahun, harusnya yang ngerayain ibuk sih, karena kan ini hari perjuangan ibu buat ngeluarin gue setelah gue ganggu hidup dalam dirinya, menjadi bagian dari tubuhnya, dan mengerecoki setiap makannya. Selamat mama! You did it so well sehingga akhirnya gue tumbuh menjadi manusia tercantik di dunia menurut versimu.

Kayaknya baru ini ada postingan tentang tanggal lahir gue, harapannya sih nggak muluk-muluk. Ketika tanggal 22 nanti gue nggak menemui kendala yang berarti. Kerjaan gue di awal bulan april yang cukup bikin gue bilang "gue butuh elo massage" dan bikin mata berkunang-kunang tiap sore, berakhir sudah. 
 
Ah... Dua puluh tiga. Harapan-harapan sama achievement unlock-nya nanti sajalah kalo udah tepat di tanggal 22 ya. Rasanya aku belum siap untuk naik level ke umur dua puluh tiga. Dua puluh dua terlalu membuatku nyaman. Usia yang dibilang dewasa ya udah, remaja juga masih bisa. Dan di umur dua puluh dua aku udah kerja adalah achievement unlock dari diri gue sendiri. 

Sekian warming up menuju dua puluh tiga....






Much Love,
Meta.

0 comments:

Post a Comment