The Best Person in a Wrong Time

Gua nggak munafik kalo saat ini hati gue berada dalam masa transisi. Masa-masa perpindahan dari yang down banget dengan masa lalu dan mencoba untuk memulai hubungan dengan orang baru. Tapi yang gue tahu adalah bahwa,

Luka hati gue, belum sepenuhnya kering.

Sampe gue akhirnya ketemu sama seseorang, baik dan supel dan gue berani ngasih skor tinggi ke dia 93 dari 100.

Perjanjian yang gue buat antara diri gue sendiri dan hati gue di awal tahun terasa percuma ketika gue, bertemu orang ini.

Gue nggak menutup kemungkinan untuk membuka hati untuk yang lain, cuman jangan sekarang, jangan waktu dekat ini. Begitu satu diantara banyak perjanjian yang gue buat dengan hati gue.

Tapi, mungkin Tuhan sedang becandain gue?

Gue suka seseorang yang bahkan ketemu aja baru hitungan hari. Tapi permasalahan bukan di gue.

Dia taken.

Yang ku tahu, rasa ini salah. Yang ku tahu pertemuan ini bukan rencana gue. Dan yang ku rasakan,






Dia adalah orang yang tepat di waktu yang salah.


0 comments:

Post a Comment