Jobseeker

"Gue pusing nyari kerjaan."




Salah satu teman tiba-tiba mengirimiku pesan seperti diatas.

Gue juga pernah pusing nyari kerjaan. Pusing tiap hari cuma tiduran aja dirumah. Mau balik lagi ke Jogja juga mau ngapain? Kuliah engga kerja apalagi?

Menjadi pengangguran emang sesuatu hal yang bikin galau 11 12 ma patah hati.

Selain kita pusing gabut dirumah cuman nonton tv dan tiduran, pertanyaan-pertanyaan dari keluarga bahkan tetangga bikin kita tambah senewen.

Lalu gimana caranya menghadapi itu?

Oke, sebelumnya kita ganti nama dulu aja pengangguran diganti menjadi jobseeker biar kerenan dikit.

Menjadi jobseeker memberikan banyak ujian kesabaran dan pengalaman, semakin menguatkan mental dan pikiran.Nggak usah dengerin orang ngomong apa, kita hidup bukan untuk omongan mereka kok. Kalo ditanya jawab aja apa adanya, diakhir obrolan pasti ada doa yang mereka ucapkan. Kita nggak tahu kan doa dari siapa yang bakal dikabulkan Tuhan. Intinya jangan malu mengakui kalo kita memang jobseeker.

Pengalaman aku, menjadi real Jobseeker sekitar 2 bulan. Setelah itu ikut proyek arsip di Sleman. Yang aku pikirkan saat itu adalah ilmuku nggak menguap. Yah walaupun saat itu gaji sangat minim banget, cuma cukup buat makan siang di kantor tapi pengalaman yang di dapat bahkan bisa diaplikasikan dalam pekerjaan yang sekarang.

Artinya, jangan money oriented. Ya emang sih, sekarang apa-apa mahal, tapi kita istilahkan aja, honor yang seharusnya banyak itu kita gunakan untuk membeli pengalaman. Pengalaman itu mahal.

Jika kita terlalu money oriented, takutnya justru kita nggak akan kunjung mendapat pekerjaan.

Bayangin aja, lo siapa anak baru lulus mau dapet gaji 10 Juta?



Jangan cepat menyerah.
Ditolak banyak perusahaan jangan membuat mental jadi down, justru pacu dirimu untuk bisa menaklukkan salah satu perusahaan. 


Jangan membatasi diri.
Maksudnya jangan membatasi diri untuk apply di perusahaan itu-itu saja. Misal ingin ke BUMN yaudah seputar BUMN aja yang kamu daftarkan. Jangan. Eksplore dirimu ke semua perusahaan. Karena, lagi-lagi pengalaman itu penting. Kamu akan tau proses rekrutmen perusahaan itu, ketika kamu gagal dan suatu saat perusahaan itu membuka lowongan lagi, kamu sudah sedikit tau dan bisa meningkatkan kualitas diri supaya diterima.


Tingkatkan kualitas diri
Dengan banyak membaca dan belajar, wawasan kamu akan semakin luas. Baca apapun yang sedang menjadi isu, atau yang sedang santer diberitakan akhir-akhir ini. Atau baca apapun yang bisa meningkatkan wawasan kamu.

Just Relax
Ketika tubuh kita rileks kita akan menerima semua informasi dengan baik. Berbeda ketika kita dalam keadaan pusing atau stress kita akan menerima informasi lowongan dari siapapun dengan gegabah, tau apply dan ternyata itu lowongan hoax.

Memfilter setiap lowongan
Walaupun tidak membatasi dalam mencari pekerjaan, tapi tetap memfilter lowongan pekerjaan mana yang sesuai dengan pendidikan dan kemampuan kita. Liat juga itu lowongan valid apa engga. Jaman sekarang banyak banget lowongan abal-abal. Kayak CPNS nih web abal-abal bilang CPNS udah buka, padahal dari Menpan sendiri bilang kalo CPNS belum dibuka.

Jangan sekali-kali mengeluarkan uang
Kalo apply lowongan dan nyuruh kalian membayar atau nalangi dulu proses rekrutmen, udah jelas kalo itu lowongan abal-abal.Setiap perusahaan nggak mungkin membebankan biaya kepada para pelamar kerja.




Kayaknya itu aja sih yang perlu diperhatikan saat menjadi jobseeker. Semangat ya,dan jangan lupa berdoa. Rejeki nggak kemana kok :)




CMIIW











Love,
Meta

0 comments:

Post a Comment