Pertemuan Terakhir

"Hai. I am sorry i am late. Sudah lama disini?" Tanyaku padanya. Seorang perempuan cantik yang kini ada di depanku. Yang sedari tadi sibuk dengan bukunya dan tersenyum-senyum sendiri. Sepertinya bukunya menarik. Tambora. Begitu ku baca judul buku itu.
Perempuan ini yang membuatku rindu setengah mati 2 bulan belakangan. Perempuan yang mampu membuatku bahagia, sekaligus perempuan yg membuatku bingung.
Dia menurunkan bukunya begitu mendengar sapaanku kemudian membuat batas penanda sampai dimana ia terakhir membaca bukunya.
"Eh hai. Sudah sampai kau rupanya.? Nggak kok. Aku jg baru sampai."jawabnya.
"Mau pesen apa? Maaf ya aku pesen duluan. Atau kau mau minumanku?" Lanjut dia menawarkan se cup ice caramel machiatto
"Nggak deh lagi batuk." Jawabku menolak tawarannya.
Obrolan kami berlanjut ke obrolan pribadi. Tentang pekerjaan masing-masing, tentang keluarga dan tentang liburan natal yg sebentar lg akan tiba.
Tapi dari sekian obrolan yang membuat kami tertawa renyah ada segelintir perasaan pedih di hati.
Kenyataan bahwa kami tidak lagi satu komitmen. Tidak lagi berada di jalan yang sama membuat pertemuan hari ini tak seringan sebelumnya.
Ingin aku membicarakan sesuatu tp seperti ada yg mencegah. Seperti ada yang menariknya kembali ke mulut.
Tak terasa hari semakin gelap. 4 jam sudah kami berkeliling mall sekedar duduk-duduk ngobrol dan makan sampai kenyang.
Tetap ada yang mengganjal tapi ku nggak berani bilang.
"Pulang yuk udah malem."katanya kemudian. "Yuk."aku menanggapi.
Angin Jakarta berhembus sedikit kuat malem ini, atau entah aku yg tidak pernah merasakan angin malam jakarta (?)
Pemandangan lampu-lampu ibukota membuatku sedikit melow. Akankah kau memiliki perasaan yg sama denganku? Apakah kau merasa kau sangat ku cintai? Apakah kau ingin bersamaku sampai nanti? Apakah kau jg ingin mengentikan waktu ketika kita bersama? Apakah kau merasa bahwa kita sulit? Apakah kau merasa bahwa kita sungguh sangat berbeda?
Biarkan Tuhan yang menjawabnya. Karna yg ku tahu hari ini, rinduku terobati karena senyummu. Dan aku siap memupuk rindumu lagi untuk waktu yang tak terbatas.

0 comments:

Post a Comment