Will You Marry Me?

"Will You Marry Me?"
"ngga usah aneh-aneh deh  kamu tu, kuliah dulu selesein.."
"kamu mau nunggu?"
"Ya."

Begitulah percakapan aku dengan Rino, laki-laki kurus tinggi yang kini menjadi kekasihku 3 tahun ini. Dia tampan, ya karena dia kekasihku. Aku beruntung sekali memilikinya, aku mencintainya. Ya setidaknya untuk 3 tahun terakhir ini.

Suatu hari pekerjaanku membuatku setress, tekanan atasan dan menumpuknya pekerjaan membuatku butuh sesuatu untuk menurunkan derajat emosi. Jam 8 malam aku keluar kantor, aku memutuskan untuk pergi ke cafe barang sebentar. Pikiranku sungguh terlalu kacau. Aku butuh kopi.

Di cafe, aku mengambil meja paling pojok, karena ya hanya meja itulah yang tersisa. "Orang-orang ini pada ngapain sih disini, Udah malem juga." Begonya aku bahwa ini cafe yang notabene buka dari sore hingga malam. Aku mengeluarkan laptop dari tas untuk browsing dan mengecek email dan blog sambil menatap seluruh cafe. Mataku menatap seseorang yang sepertinya aku kenal. Aku mengerjap. Aku mengucek mataku. Ya. Itu Rino. Dia sama......... seorang perempuan. Nampaknya perempuan itu masih muda.

Ku kembalikan laptop kedalam tas. Dengan pikiran yang masih lelah ditambah dengan pemandangan yang luar biasa menambah emosi aku menghampirinya.

"Jadi gini kalo aku lagi kerja?"
"Eh... Kamu ngapain disini Ta?"
"Jadi gini?"
"Kamu salah paham..Dia temen aku."
"Iya temen. Temen kencan? Kamu bilang kemana tadi sama aku? Oh jadi futsal tu gini? Brengsek kamu ya!"
Ku lempar kopi yang tadi ku pesan ke muka nya dan aku bergegas pulang.

Marah. Sangat. Bisa-bisanya aku tertipu sama cowok macem itu. Sok-sok bilang marry me tapi apa dibelakang dia jalan sama cewek lain. Perih bangettt ini hatinya. Aku udah rela nungguin dia lulus, kerja dan menseriusi hubungan ini.. Tapi apa yang aku dapat? penghianatan.


***

3 minggu setelah kejadian itu aku ngga pernah menghubungi Rino, ngga pernah menemui dia lagi. Dia berusaha menjelaskan, datang ke rumah tapi aku selalu menghindar. Aku bilang ke orang rumah kalo Rino kesini bilang aku pergi. Hingga suatu hari....
"Ta, ada mamanya Rino." Kata mama membuka pintu kamarku.
"Ngapain? Ngga gentle banget sih sampe bawa-bawa mamanya?"
"Turun lah. Temuin. Kayaknya ada sesuatu yang penting. Ya?"
"Ya, ma." aku segera turun dari kasur menuju ruang tamu.

"Ada apa tante? Tante ngga sama Rino?"Tanyaku.
"Nak.. tante dateng kesini sendiri..... Atas kemauan Rino." Ada jeda dalam pengucapannya. Seperti ada yang ditahan.
"Maksud tante?" Aku masih ngga ngerti.
"Rino meninggal seminggu yang lalu. Kecelakaan. Motornya tertabrak mobil dia terlempar. Sempat dibawa ke rumah sakit dan sempet membaik tapi Tuhan berkehendak lain." Jelas tante Anny panjang jelas ada raut kesedihan disana, tapi beliau tidak menangis, beliau kuat.
Aku bengong. "Apa tante?" tanyaku masih belum percaya penjelasan tante Anny.
"Rino sudah meninggal, nak. Dan dia menitipkan ini untukmu. Sebelum meninggal dia berpesan ke tante untuk memberikan ini untukmu dan bilang dia sangat mencintaimu, dan dia juga bilang perempuan yang kamu lihat dia itu sepupu Rino yang tinggal di Jerman. Dia memang berniat futsal saat itu tapi sepupunya datang tiba-tiba dan mengajak Rino pergi dia nggak sempat mengabari kamu karena dia terlalu overexcited tahu kalo sepupunya pulang ke Jakarta"

Sebuah cepuk merah disodorkan tante Anny kepadaku.
"Kecelakaan itu terjadi setelah dia membeli ini."lanjut tante Anny.
Aku seperti di tonjok. Aku cuma diam dengan tatapan kosong mendengar cerita tante Anny. Ingin menangis tapi seperti ada yang menahan. Jelas perasaanku campur aduk. Kubuka cepuk merah yang digenggamkan tante Anny di tanganku. Cincin berlian yang maha indah yang pernah aku lihat, jelas ini harganya mahal, dan ada tulisan cantik disana, "I Love You, Tita."

Air mata tak bisa lagi ku bendung. Ku peluk tante Anny erat. Aku minta maaf, aku menyesal, aku kecewa kepada diriku sendiri. Ku minta tante mengantarku ke peristirahatan terakhir Rino..

Ku peluk nisan bertuliskan Rino Erlangga Mahaputra.. Semoga kau damai berada disisi Tuhan.. Semoga kau memaafkan kesalahanku.. Akan ku ingat selalu kalimat terakhirmu walaupun lewat pesan..




Will you marry me....?







I will...

0 comments:

Post a Comment