Tentang Bekerja di Ibukota

Sebagai orang desa yang jauh dari keramaian kota, aku cukup kaget dengan kondisi Jakarta yang penuh sesak, dan ini akan berlangsung sekitar 30 tahun ke depan, kecuali ada yang membawaku pindah ke daerah atau aku tetap stay di Pondok Ranji.

Pondok Ranji..
Lokasi kerja yang membuat aku nyaman, Alhamdulillah.. Dekat tempat tinggal, jam pulang kantor selesai bisa langsung sampai rumah, rumahku ada di belakang kantor btw. Bukan rumah sih, mess tepatnya namun aku sebut rumah karena aku nyaman menempatinya. Selain dekat, biaya hidup disana tergolong low price, merogoh kocek 10ribu perutmu sudah kenyang. Iya,, itu segelintir kenikmatan awal kerja yang tak sadar sudah menjadi zona nyaman untukku.

Juni 2015,
Rotasi pegawai, aku masih untung masih ditempatkan di Pondok Ranji, aku masih terus bersyukur yah walaupun perjalanan dinas ndak sebanyak yang bekerja di pusat, apalagi sih yang dicari selain tempat kerja yang nyaman?? aku nggak iri dengan teman-teman yang mempunyai uang lebih dari perjalanan dinas mereka. yah karena mereka pantas mendapatkan itu, keluar dari zona nyaman itu perlu ada reward.

Oktober 2015,
Teman-teman seangkatan prajab, aku dipindah ke pusat. Kehidupan berubah.. Berubah..
B e r u b a h ... Berangkat ke kantor jam 6 pagi, pulang kadang nggak nentu yang pastinya sampe rumah langit sudah gelappp, dan aku disini sendiri. Sarapan sendiri, makan siang sendiri, dan semua ku lakukan sendiri. Aku kuat!

.
.
.
.
.
.
.
.
.
Oke aku bo'ong.
Aku ngga sekuat teman-temanku. 2 hari kerja di pusat aku ingin kembali ke Pondok Ranji. Apakah mungkin ini masalah passion?? Aku nggak handal dalam hal pelayanan apalagi kalau harus melayani atasan. Aku lebih senang di depan komputer, memainkan jari di keyboard dan segala hal yang menyangkut benda mati. Memilah berkas, dan membuat daftar arsip cukup membuatku lupa bahwa waktu pulang sudah tiba.


Sedikit curhat, aku ngga munafik pernah iri dengan yang lain ketika yang lain dipindah ke pusat, mereka akan lebih unggul dalam finansial daripada aku, akan jauh dikenal dengan orang-orang penting di pusat dan segalanya yang dulu aku juga ingin. Ya, karena rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau.

Tapi sekarang, aku merasakan, bahwa semua yang aku miliki sekarang adalah apa yang harus aku miliki, apa yang aku jalani ya yang memang seharusnya aku jalani. Aku di Pondok Ranji dengan tidak banyak orang yang kenal dan finansial yang cukup dan teman-teman dengan segala kelebihan yang memang seharusnya mereka dapatkan. Dan yang terpenting.....




apalagi yang harus dicari selain tempat kerja yang nyaman?





love,
Meta.


0 comments:

Post a Comment