Terima kasih untuk 2,5 tahunnya...

Hai...
Hari ini 7 september 2015. Aku sedang dijalan untuk menunaikan tugasku sebagai abdi negara. Perjalanan yang mungkin dulu aku benci karna aku harus meninggalkanmu.

Untukmu yg dulu aku sebut rumah..
Maafkan aku untuk semua kesalahanku. Untuk semua masalah yg aku timbulkan. Untuk semua keegoisanku. Aku masih 22 tahun. Aku masih ingin terbang. Aku masih seperti anak kecil. Ya, memang aku belum move on dari dunia anak-anak. Masih ingin bermain dan terjatuh yg meninggalkan luka di lutut, bukan di hati. Maafkan kekanak-kanakanku. Maafkan aku yg belum bisa menjadi sepatu kiri yang baik. Yang selalu menyeimbangkan kemanapun sepatu kanan akan melangkah. Maafkan aku yg belum berhasil membuatmu meraih gerbang kesuksesan.

Untukmu yg aku sebut rumah,
Terima kasih untuk 2,5 tahun yg bermacam-macam rasa. Sedih, senang, bahagia, galau, sakit hati, dll. Terima kasih untuk keseriusanmu untuk bersamaku selamanya. Terima kasih krna kau sudah mengantarku hingga aku seperti sekarang.

Untukmu yg aku sebut sayang,
Sampaikan salamku untuk yg menggantikanku dihatimu, aku harap dia lebih baik dia yg akan selalu setia menemanimu kemanapun, seperti sepatu kiri. Aku yakin, dengannya kau akan lebih baik.



Regards,
Sepatu kiri yg rusak.

0 comments:

Post a Comment