Seandainya Cinta Bisa Sedikit Dipaksa...

Ada satu percakapan dengan teman lama yang bikin aku berfikir malam ini, yang cukup mengusik perasaan dan fikiran.
"Jadi kamu sekarang jomblo?"
"nggak tau. aku sedang ada hubungan dengan seseorang. tapi kami beda keyakinan".
"Kamu yakin bahagia, tapi dia nggak?"
"beda agama, kak."
"emang yakin dia jodohmu? kamu bilang aja cari yang seiman.."
"aku nyaman sama dia."
"ya anggap aja kakak."

sepele ya.. "ya anggap aja kakak." Yha. seandainya cinta segampang itu untuk dianggap menjadi kakak. jika yang namanya cinta bukan perasaan yang dalam. jika cinta bisa memilih kepada siapa aku harus mencintai seseorang. seandainya cinta bisa sedikit dipaksa..

aku beberapa kali menjalin hubungan dengan lawan jenis, dan beberapa kali pula gagal. masing-masing terhitung tahunan. waktu yang tak sebentar untuk saling mengenal satu sama lain. namun lagi-lagi dia bukan jodohku. sampai terakhir, aku janji untuk ngga akan memutuskan jika aku ada hubungan dengan lawan jenis. yha, aku berhasil bertahan lebih lama dari 2 lainnya. 2,5 tahun dan sempat berencana untuk menikah. tapi hubungan kami terhalang restu, dan kondisi finansial yang belum mapan. hubungan kami masih baik-baik saja hingga aku diterima kerja di Jakarta, kami sering cek-cok mungkin dengan jarak kami yang semakin jauh, dan aku yang menjadi mapan secara finansial lebih dulu.

jujur, aku merasa lelah di hubungan kami di usia 1,5 tahun, entah itu soal mantan dia yang kamsek atau secara finansial yang seret. aku coba paksakan sebisa mungkin dengan harapan akan ada jalan terang. namun usahaku sepertinya sia-sia. aku semakin di tekan, entah dari si Dia yang selalu memintaku untuk bilang ke orang tua kalau kami serius, atau dari orang tua yang ingin aku dapat orang lain yang lebih baik.

time flies so fast....
aku ketemu dengan orang lain, aku nyaman dengan dia, rekan kerja ku hanya beda unit. dia seperti serius denganku, mengajakku bercerita tentang keluarganya atau teman-temannya. namun jarak kami juga berjauhan.. iya, berjauhan jarak dan iman. dia katolik.

sedih, ada. senang, iya. sedih, kenapa ketika aku dipertemukan dengan orang yang baik justru iman kami berbeda. senang, aku menemukan seorang laki-laki yang baik, yang membuat aku nyaman.

pilihanku cuma 2, antara ganti Tuhan, atau ganti pacar (sebut saja begitu).

memaksakan dia untuk menjadi bagian dariku, aku itu siapa? track recordku ngga cukup baik untuk membiarkan dia mengorbankan keimanannya. aku menjadi bagian darinya? dosaku terlalu banyak tanpa ditambah dengan aku keluar dari ajaranNya.

cinta.. seandainya dia semudah yang kita bicarakan..
cinta.. seandainya dia bisa menjadi yang kita inginkan..

namun sekali lagi,


seandainya cinta bisa sedikit dipaksa..






Love,
Meta

0 comments:

Post a Comment