Sepatu kanan

Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama tak bisa bersatu
Kita mati bagai tak berjiwa
Bergerak karena kaki manusia...

Aku sang sepatu kiri
Kamu sang sepatu kanan
Ku senang bila diajak berlari kencang...

Lirycs lagu Tulus tiba-tiba memenuhi telingaku. Entah karena keadaan yang memang sedang sesuai dengan lagu itu, aku merasa seperti tertohok, kita seperti sepatu, kamu sepatu kanan dan aku sepatu kiri. Dulu kita berlari kencang, bersama2, namun kini kita berada di rak yang berbeda..

28 April 2015

Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa..

"Aku udah di stasiun.."
"Aku otw stasiun."
"Aku di kereta. Udah mau berangkat..."

5 menit..

10 menit...

Pintu kereta ditutup. Dia tak kunjung datang. Semenit sebelum kereta jalan, dia melambaikan tangan tanda melepasku pergi. Air mata tumpah seketika. Waktu berlalu begitu cepat. Bahkan untuk sekedar berjabat tangan terakhirpun tak mampu.

Aku ingin tetap tinggal, kau tahu. Aku ingin kita berlari bersama, berlari berdampingan. Tapi kita tak bisa apa2.

Sepatu kananku,
Kamu tetap seseorang yg membuatku semangat. Menggapai apapun yg perlu aku gapai.

Sepatu kananku,
Tunggu aku pulang. Aku pasti pulang. Berubahlah untuk menjadi lebih baik.
Aku menunggu, menunggu waktu untuk kita berlari bersama.


Aku sang sepatu kiri
Kamu sang sepatu kanan
Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan...

Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan...
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Kita sadar ingin bersama-sama
Tapi tak bisa apa-apa...

Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda

Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya

Cinta memang banyak bentuknya
Mungkin tak semua bisa bersatu.....


Love,
Meta.

0 comments:

Post a Comment