Flashback Tragedi Bintaro

masih inget dengan musibah ini? musibah kecelakaan kereta api paling mengerikan sepanjang sejarah perkereta-apian Indonesia dan sampai menyita perhatian dunia. mungkin bagi mereka yang telah remaja pada tahun itu mengerti benar bagaimana terjadinya peristiwa maut itu. ya pagi tanggal 19 Oktober 1987 itu merupakan pagi yang paling mencekam. siapa sangka pada pukul 07.00 akan terjadi kecelakaan yang melibatkan KA 225 dan KA 220 tujuan Tanah Abang-Merak, yang mungkin sudah direncanakan oleh Tuhan. bagaimana tidak, dari sekian usaha pihak stasiun menghentikan kedua kereta tidak ada yang menyadari. dari sinyal bahaya yang dikirimkan untuk masinis KA 225 luput dari pengamatan masinis hingga menghubungi penjaga perlintasan kereta dengan membunyikan bel genta perlintasan Pondok Betung hanya dianggap itu percobaan belaka oleh si penjaga perlintasan. bagaimana mungkin seorang penjaga perlintasan sampai tidak mengetahui bel tanda bahaya?? baca selengkapnya disini atau disini. dan saya nangis baca disini



Disini  terdapat kalimat : "Pertanyaannya sekarang mengapa kepala stasiun Kebayoran dengan "gila" telah melepas keberangkatan KA Patas 220 dari stasiun kebayoran untuk berangkat ke stasiun Sudimara?" jadi yang sebenarnya salah PPKA nya kan? tapi dalam kenyataannya masinis KA 225 yang dinyatakan paling bersalah. dan petugas PPKA hanya mendapat hukuman 10 bulan? tapi ada juga bilang 10 tahun. ini. entahlah mana yang benar. tapi saat ini masinis KA 225 hidup dalam keprihatinan setelah kejadian itu, pengabdiannya di PJKA seperti tidak ada artinya gara-gara musibah yang bukan sepenuhnya kesalahan beliau namun semua akibat ditanggung beliau. kini beliau, Slamet Suradio bekerja sebagai penjual rokok keliling di kalianyar Kutoarjo, Purworejo 14 km dari tempat beliau tinggal di Dusun Krajan Kidul, RT 02/ RW 02, Desa Gintungan, Gebang , Purworejo. baca disini. atau disini. keuntungan dari menjual rokok ini juga tak seberapa, hanya 5000/hari. di usianya yang sudah senja, 71 tahun, dan jikalau andaikata misalkan kejadian itu tidak terjadi, mungkin beliau sedang menikmati secangkir kopi dengan cucunya saat ini. namun tidak ada yang bisa menentang takdir.

Tak seharusnya beliau bernasib seperti ini, setidaknya pengabdiannya di PJKA dari tahun 1960an dihargai oleh PJKA. bencana ini mutlak kehendak Tuhan, tidak ada manusia yang menginginkan bencana termasuk masinis kereta yang kini hidupnya penuh dengan tekanan. bahkan jika boleh ia meminta ia akan meminta untuk mati saja saat kejadian.

saya sebagai penyuka kereta, prihatin dan salut kepada Mbah Slamet -begitu beliau biasa disapa- beliau tetap sabar mengais rejeki untuk menyambung hidup meskipun dalam hatinya beliau mengharapkan adanya uang pensiun atas jasanya sebagai masinis di PJKA. Namun harapan hanya tinggal harapan, namanya tak lagi terdaftar di PT KAI bahkan pihak stasiun besar Kutoarjo pun tak mengetahui bahwa masinis tragedi bintaro tinggal di wilayahnya.

kejadian ini pun sempat didokumentasikan dalam sebuah film dokumenter. anda bisa menyaksikannya disini.
tulisan mengenai kejadian ini bisa dibaca di blog berikut.




tulisan terupdate ada disini

2 comments:

  1. Weits, masinise ternyata tanggakmu to soel,, krajan kidul dkt pasar itu kan,?
    metanatics update,,:v,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. koe kakean cerito ah huvt.

      iyo cerak desaku. tapi aku gak ngerti tepat e sih.

      Delete