Belajar Dari Princess Diana

Sejak pernikahan Prince Harry diselenggarakan 19 Mei lalu, semua media pasti mengaitkan dengan kisah hidup mendiang Lady D. Di twitter beredar mengenai konspirasi kematian Lady D hingga isu perselingkuhan Pangeran Charles dengan mantan kekasihnya, Camila.

Tulisan berikut diambil dari jejaring sosial twitter (@) artemisrt

Diana In her Own Words documentary

Diana Spencer lahir pada 1 Juli 1961 di Sandringham, Inggris. Ayahnya adalah Earl Spencer, mantan ajudan pribadi Raja George VI dan Ratu Elizabeth II. Karena ayahnya seorang pegawai kerajaan, maka kehidupan Diana tidak jauh dari keluarga Ratu Elizabeth.

Berbicara tentang masa kecilnya, Putri Diana mengatakan orang tuanya tidak pernah mengatakan bahwa mereka mencintai dia. "Tidak ada pelukan atau semacamnya," ujar Putri Diana.

1. Charles dan Lady Diana:
Diana lebih muda 12 tahun dibanding Charles. Pertemuan mereka berikutnya ketika Diana berusia 18 tahun dan Charles 28 tahun. Saat itu Charles mengencani kakak tertua Diana, Sarah.

"Aku masih ingat, saat itu diriku pendek dan gemuk, tak pandai berhias, dan agak bodoh. Namun sangat berisik sehingga dia suka," ujar Diana menceritakan pertemuannya dengan Charles.

2 tahun kemudian, mereka kembali bertemu, tak lama setelah Charles berjalan sendiri dalam sebuah acara pemakaman.

"Aku berkata, hatiku sakit melihatmu seperti ini. Saat itu aku berpikir, hal ini tak dapat dibiarkan, kamu kesepian dan harus ada yang menjagamu," Diana to Charles.

Hubungan asmara Diana-Charles dimulai pada tahun 1980. Enam bulan setelah membina kasih, Charles melamar Diana dan keduanya menikah pada 29 Juli 1981.



Dia mengajakku duduk dan berkata "maukah kamu menikah denganku? Saat itu aku berpikir ajakannya terlalu tiba-tiba, hal itu terlalu dewasa untukku, sehingga aku tertawa. Aku ingat saat itu berpikir ajakannya untuk menikah adalah lelucon, namun ternyata dia serius," --- Diana.

Aku berkata, aku sangat mencintaimu, sangat mencintaimu. Namun Charles berkata "terserahlah cinta itu apa." ---- Lady D.

Aku pikir dia sangat tergila-gila denganku ketika melihat pandangannya, namun entah buatku itu terlihat tidak tulus. ---- ujar Diana.

Pernah melihat hebohnya pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton pada tahun 2011 yang ditonton 300 juta orang dari selutuh dunia?

Pernikahan Putri Diana lebih meriah. Saat Diana-Charles menikah tahun 1981 ada 750 juta orang di seluruh dunia yang menonton siaran!

2. Diawasi Media
"Apakah ada paparazzi yang mengejar Anda ketika di mobil?" tanya Colthurst.
"Oh banyak sekali, sehingga aku merasa harus segera kabur bahkan ketika ada lampu merah. Mereka mengejar saya kemana saja, dan kita berbicara tentang 30 paparazzi, bukan 2." ---- Diana.

Aku bahkan bingung harus bagaimana. Namun aku tak pernah protes tentang kejaran media kepadanya (Charles), karena aku merasa hal itu memang sudah konsekuensi. Sehingga aku tak mendapat bantuan dari Charles, ataupun media. Aku menyelesaikan masalah ini sendiri." ---- Diana.

"Pertama kali berhadapan dengan paparazzi, aku cuma bisa menundukkan kepalaku. Karena aku ketakutan dengan sorotan yang diberikan. Aku selalu tersenyum ke semua orang seolah aku sangat bahagia. Hal itulah mereka (media) percaya, karena mereka lebih senang berpikir seperti itu" --- Diana.

"Namun semakin hari segalanya tak mudah. Aku hanya sudah terbiasa dengan pandangan orang dari Princess of Wales." --- Diana


3. Perselingkuhan Charles:
Diana mendapati Charles selingkuh dengan Camilla Parker Bowless, hal ini diungkapkannya dalam biografi Diana yang disusun oleh Andrew Morton tahun 1992. Karena depresi ini, Diana bahkan pernah mencoba bunuh diri.

Sebelum Diana dan Charles bertunangan, Diana tahu ada 'orang ketiga'. Mereka bahkan sering menginap di rumah pedesaan milik Parker-Bowless.

"Dia (Camilla) sangat memahami Charles, bahkan ke hal yang pribadi, Alhasil aku jadi berusaha keras (untuk memahami Charles)," jelas Diana.

"Suatu saat, aku mendengar pembicaraannya (Charles) di telepon berkata "apapun yang terjadi, aku akan selalu mencintaimu". Aku bilang kepadanya kalau aku mendengar pembicaraan mereka di balik pintu. Setelah itu kami bertengkar hebat." ---- Diana.

Saat bertunangan, foto-foto tersebar di dunia memperlihatkan Diana dengan mantel merah, sambil menangis, sementara Charles bepergian selama 5 pekan.

"Tak ada yang bisa kulakukan ketika dia pergi," kata Diana.

"Hal paling buruk terjadi beberapa saat sebelum dia pergi. Saat itu aku sedang bersamanya membicarakan tentang jadwalnya. Tiba-tiba telepon berdering, dan itu Camilla. Beberapa saat sebelum dia pergi selama 5 pekan. Dan itu sangat menghancurkan hatiku," Kata Diana.

Camilla, mengirim sepucuk surat yang bertuliskan "Aku sangat senang dengan berita pertunangannya. Ayo kita bertemu dan makan siang, aku penasaran dengan cincin pertunangannya. Salam cinta, Camilla," kata Diana.

"Dan saat itu aku cuma bisa berkata... wow" ----- Diana.

Setelah itu kami bertemu untuk makan siang dan sangat rumit, penuh tipu daya. Camilla berkata 'kami tak akan pergi berburu kan? Lalu aku bilang 'tidak'. Lalu Camilla berkata "Aku hanya ingin tahu saja." Sepertinya Camilla khawatir dengan komunikasinya (dengan Charles) ----- Diana.

Namun saat itu aku masih sangat naif untuk memahami maksud yang Camilla sampaikan. ---- Diana.

Diana pernah berkata pada saudaranya bahwa dia tidak ingin menikah dengan Charles. "Aku tak bisa melakukannya, ini mustahil."

Tau jawaban saudaranya?? "Nasibmu buruk. Wajahmu sudah tersebar ke mana-mana, sudah terlambat untuk melarikan diri."

4. Lady Diana yang mengidap Bulimia:
"Bulimia hadir saat kami betunangan. Suamiku menaruh tangannya di pinggangku dan berkata "oh, di sini agak gemuk ya? dan hal itu menimbulkan sesuatu di dalam diriku," kata Diana.

"Pertama kali aku menyakiti diriku (dengan bulimia), aku sangat bergairah. Aku merasa, mungkin begini cara melampiaskannya" ---- Diana.

Pinggangnya hanya 23 inchi saat pertama kali mencoba gaun pengantin. Saat itu hari ke 23 sebelum menikah.

"Aku benar-benar menyusut." ---- Diana.

Malam sebelum menikah, dia memakan 'apa saja yang dia temukan'.

"Aku sakit, sangat menderita malam itu. Keesokan paginya, sekitar pukul 5 pagi, aku sangat, sangat tenang." ----- Diana.

Saat bulan madu, bulimia yang diderita Diana semakin memburuk.

"Empat kali dalam sehari di atas yacht. Apapun makanan akan aku makan, namun setelah itu aku mual dan segera memuntahkannya." ----- Diana.

Publik menginginkan putri yang seperti peri, tanpa tahu bahwa sang putri menyiksa diri sendiri karena berpikir dirinya tak cukup baik." ---- Lady Diana.

5. Kehidupan pernikahan Diana dan Charles:
"Saat berjalan di altar, aku melihat Camilla dan saat itu aku berpikir, "Baiklah, mungkin setelah ini semua akan berakhir, aku merasa memiliki harapan lagi, yang langsung dipatahkan di hari kedua pernikahan." ---- Diana.

Charles membawa 8 buku untuk dibaca saat bulan madu. "Saat itu kami merasa hanya berdua saja, namun kenyataannya tak pernah hanya ada aku dan Charles."

"Aku menangis tersedu-sedu saat bulan madu itu, aku sangat lelah untuk semua alsan yang keliru." ---- Lady Diana.

Bayangan Camilla, selalu hadir di tengah mereka.

"Dia (Charles) membuka buku catatannya untuk menulis sesuatu, dan di dalamnya ada 2 foto Camilla." ---- Lady Diana.

Ketika Diana melihat sepasang kancing manset dengan huruf C saling berkaitan, Charles berkata "Apa salahnya? Ini adalah hadiah dari teman."

"Aku berencana untuk menyayat nadiku," kata Diana. "Namun psikiater berusaha menyelamatkanku. Mereka memberikanku Valium, (mereka bilang) ini dapat membuatku bahagia, sehingga mereka bisa tidur dengan tenang setelah yakin bahwa Princess of Wales tak akan menikam siapapun."

6. Prince William dan Prince Harry:
Diana mengetahui dia mengandung William dan dia sangat bahagia. Namun morning sickness menambah penderitaannya.

Berita Diana "jatuh" dari tangga sempat menjadi headline di media massa dunia. Namun yang terjadi bukanlah seperti itu.

"Aku sendiri yang melompat," ujar Diana.

"Charles bilang aku terlalu cengeng, sehingga aku merasa menderita dan menangis kencang. Namun saat itu Charles bilang 'aku tak mau mendengarmu, kamu selalu seperti ini. aku mau berkuda saja." setelah itu aku menjatuhkan diri ke tangga." --- Diana.

"Ratu tiba, gemetar dengan raut wajah yang ketakutan. Dan saat itu Charles sedang berkuda. Namun ketika dia (Charles) kembali, yang terjadi hanyalah penolakan. William harus diinduksi karena aku tak dapat menghadapi media. Aku tak sanggup lagi menghadapinya.

Diana mencintai putranya, namun dia menderita depresi pasca melahirkan.

"Saat William dan Harry lahir, yang terlihat hanyalah kegelapan, dan aku tak ingat apa-apa. Saat otu terlalu menyakitkan." Kata Diana.

"Dokter Mitchell datang setiap pukul 6 sore dan aku harus menjelaskan pembicaraanku dengan suamiku setiap hari. Namun kami jarang bicara, yang ada hanyalah air mata." ---- Lady Diana.

"Dari luar orang mengatakan aku hanya membuat suamiku susah, karena berakting seperti anak manja. Namun aku tahu, aku hanya membutuhkan istirahat, kesabaran dan waktu untuk beradaptasi dengan peran yang harus aku jalankan." ----- Lady Diana.

Tak lama, Diana mengaku pernah melakukan beberapa percobaan bunuh diri.

"Harry hadir bak keajaiban. Saat itu aku dan Charles, sangat, sangat dekat satu sama lain, 6 pekan sebelum Harry lahir. Hubungan terintim yang pernah kami rasakan," kata Diana.

"dan tiba-tiba setelah Harry lahir (September 1984), semua kembali memburuk. Pernikahan kami, seluruhnya hancur." ---- Lady Diana.

Hubungan mereka merenggang, Diana berjuang dengan bulimia, dan beberapa kali berusaha bunuh diri.

Bulan Mei 1986, kondisi Diana menjadi fokus dunia saat dia pingsan di hadapan publik selama tur Amerika. Saat itu Charles dan Diana telah berjalan selama 4 jam.

"Tak ada yang aku makan selama 4 hari sebelum itu- maksudku, makanan yang akhirnya aku telan dan tak kumuntahkan." ujar Diana.

"Aku pucat seperti mayat, namun aku tak memberitahukan siapapun karena nanti mereka akan berpikir aku terlalu manja."

"Aku memegang erat lengan suamiku dan berkata 'Sayang, sepertinya aku mau pingsan' dan akan ambruk di sampingnya. Saat itu Charles menyuruhku pergi dan pingsan di tempat lain. ------ Lady Diana


💔💔💔 

7. "Melabrak" Camilla
Saat ulang tahun saudara perempuan Camilla yang ke-40, Diana tiba-tiba datang, tanpa diduga. Saat itu, suara dalam kepala Diana berkata 'ayo hadapi saja'.

Di perjalanan, Charles berkali-kali bertanya kenapa Diana harus datang. Saat berbincang dengan tamu, Diana menyadari bahwa Charles dan Camilla menghilang.

Diana memutuskan untuk ke lantai atas.
'aku tahu aku akan menemukan mereka di sana. meski sudah diperingatkan untuk tak pergi ke atas.'

"Aku berkata, Camilla, aku ingin bicara denganmu bila memungkinkan."

"Dia (Camilla) terlihat tak nyaman, namun mengangguk. Kami kemudian duduk, saat itu aku merasa takut dengannya." --- Diana.

"Aku berkata, 'Camilla, aku ingin kamu tahu bahwa selama ini aku mengetahui apa yang terjadi antara dirimu dan Charles." ---- Diana.

Camilla berkata,"Kamu memiliki apa yang kamu inginkan. Seluruh pria di dunia ini jatuh cinta kepadamu. Kamu punya 2 anak yang tampan, apa lagi yang kamu inginkan?"

Diana membalas, "Aku ingin suamiku."

💔💔💔💔💔💔💔💔💔


"Aku minta maaf karena aku berada di antara kalian dan hal itu pasti menyiksa. Namun aku tahu apa yang selama ini terjadi. Jangan anggap aku bodoh," ujar Diana.

💔💔💔💔

(I cry every time kalo inget ini.. Charles & Camilla, I hope karma siap both of you)

Butuh 7 tahun bagi Diana untuk bersikap, dan saat itu dia merasakan perubahan. "Kemarahan dan cemburu masih ada, namun tak mematikan seperti sebelumnya," ujar Diana.

8. Perceraian Lady Diana dan Charles:
Bulan Desember 1992, PM Inggris John Major mengumumkan bahwa pasangan tersebut berpisah.. Charles dan Diana bercerai tahun 1996. Diana memperoleh 23 juta dolar AS dari Charles dan Charles wajib memberi santunan hidup 600 ribu dolar AS per tahun.

Dalam rekaman terakhir pembocaraan dengan Morton Book di tahun 1992, Diana ditanya harapannya untuk ke depan dan Lady Diana menjawab:

"Bila aku diberi kesempatan untuk menulis, aku akan berkata aku harap suamiku dapat pergi dengan Camilla, tinggalkan aku dan anak-anak untuk menggunakan nama Wales, sehingga tiba saatnya William naik takhta," ucap Diana.

"Dan aku akan berada di belakang mereka, melakukan apa pun sesuai keinginanku sendiri. Sehingga aku tak merasa terjebak." ---- Lady Diana.



Selengkapnya klik tautan berikut ini:




***

Membaca thread diatas, sungguhlah menguras emosi. Antara marah terhadap Charles dan Camilla sekaligus sedih dengan nasib Lady Diana.

Ternyata, setelah sekian lama kita semua -orang awam- yang tidak pernah tahu seluk beluk di balik tembok kerajaan Inggris, dapat mengetahui fakta yang sebenarnya.

Bahwa dalam lingkup kerajaan ada pula yang menjadi 'pelakor'. 

Lady Diana, putri yang malang, begitu aku menyebutnya. Sudahlah orang tuanya tidak menyayanginya, diselingkuhi pula sama suaminya.

Kurang menderita apa coba?

Yang mungkin selama ini kita melihatnya sebagai sosok yang sempurna, wajah yang cantik, bersuamikan pangeran, memiliki anak laki-laki yang tampan, ternyata memiliki sisi gelap yang memungkinkan dirinya untuk bunuh diri.

Belajar dari Princess Diana, meskipun dia adalah korban dia tetap yang meminta maaf saat bertemu dengan Camilla, dan dia juga masih berharap bahwa Charles bisa bersama dengan Camilla. Kurang berlapang hati gimana lagi coba?

Dan saya-kita- tak secantik Lady Diana pun, masih terkadang egoisnya ampun-ampunan.

Lady D, semoga saya-kita semua- dapat menjadikanmu contoh untuk bisa menerima apapun takdir Tuhan, memiliki hati semurni dirimu. Tetap membalas dengan doa yang baik meskipun dirimu tersakiti..

Rest in Peace, Ma'am.

Terima kasih atas pelajaran hidup yang telah kau berikan untuk kita semua.

Semoga engkau mendapat tempat sebaik-baiknya tempat di sisi Tuhan.



Amen.







Dua Puluh Lima

Lebih tepatnya dua puluh lima lebih satu minggu.

Kelupaan, bray.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, momen setiap tanggal 22 di bulan 4 ini gue jadikan momen untuk kilas balik tentang apa aja yang udah gue lakukan setahun kebelakang, dan harapan untuk setahun ke depan.

Rasanya baru kemarin gue lulus SMP dan itu ternyata udah 10 tahun yang lalu.

Waktu emang rasanya cuma numpang lewat aja. Tanpa terasa semuanya mulai berubah serius.

Iya, yang dulu rasanya baru sekadar main-main, sekarang nggak.

Cari laki, contohnya.

Dulu mah sekedar jalan aja udah cukup.

Tapi sekarang mulai mikir untuk "kita nikah aja gimana?"

Rasa-rasanya baru kemarin nggak pernah sesuatu yang dipikir sampe botak.

Sekarang, hal kecil aja bisa bikin saluran air mampet gara-gara rambut rontok bray!!

Umur 25, untuk sekian kalinya aku mengucap syukur, udah diberi kesempatan sama Allah untuk berkunjung ke RumahNya, udah bisa hidup sendiri tanpa bergantung ke orang tua, namun satu hal yang masih entah bagaimana nantinya.

Jodoh.

Ayolah pangeran berkuda putih datanglah... datanglah...



(kok jadi gini?)


Namun dibalik jodoh yang belum dipertemukan Tuhan, rasanya nggak seharusnya gue mengeluh tentang hal ini ya. Jodoh kan sesuatu yang sudah pasti, lalu untuk apa mengkhawatirkan sesuatu yang sudah pasti?

Alih-alih untuk bersyukur atas semua yang Tuhan kasih tanpa gue minta. 


Gue harus banyak-banyak bersyukur untuk semuanya, kesehatan, teman-teman yang baik, pekerjaan yang ngga terlalu berat, dan selalu bisa "me time" selepas jam kerja.

which of the favors of your Lord would you deny?

Semoga semoga setelah ini gue selalu jadi orang yang selalu bersyukur atas nikmat sekecil apapun..

Semoga semoga impian-impian yang belum tercapai di tahun ini, bisa diraih di tahun depan.. Ke Belanda misalnya.


Ada aamiin?

Terlalu Terbiasa

Usia 20an memang nggak mudah. Menjelang usia 25 di bulan ini, rasa-rasanya untuk sebuah kehilangan seseorang yang kita (baca: saya) sayang sudah menjadi ajang tahunan.

Padahal kita paham bahwa kalo kita menerima sebuah pertemuan secara otomatis kita mendapatkan perpisahan.

Sama.

Ketika kita memutuskan untuk jatuh cinta, kita mendapatkan paket patah hatinya.

Seharusnya sudah kebal. Ketika patah hati sudah menjadi ajang tahunan, kali ini harus bisa melewatinya dengan lebih mulus.

Kau mampu melewati waktu nyawa kamu ada diujung pisau.

Kau mampu melalui ketika cintamu dibalas dengan umpatan anjing.

Seharusnya ini tak menjadi soal.

25 tahun, membawa ku kepada hati yang dingin (mungkin).

Disaat kawan-kawan seumur gue merencakan masa depan dengan orang lain.

Gue masih kisruh untuk menata hati untuk kemudian hari.

Tidak apa.

Ku masih punya Tuhan untuk ku ceritakan perihal hari ini.

Ku masih punya Tuhan untuk ku peluk.

Ku masih punya Tuhan untuk ku meminta banyak-banyak kan.

Untuk apa mengkhawatirkan yang sudah pasti?


Welcome to 25,

Welcome to brokenheart part xxxxxxx







gimme smile
:)
Posted on April 16, 2018 | Categories:

Tentang Mimpi

Mungkin aku sedang rindu, sehingga malam ini ada Engkau di dalam mimpiku..

Saat aku terlelap ke dalam alam bawah sadar, Kau hadir dengan jelas disana.

Mengenang di setiap titiknya. Aku hadir di depanMu dengan sangat jelas.

Seakan aku memang berada disana.

Kemudian menjelang pagi, aku merasa bahwa ini nyata. Bahwa aku berada di sisimu untuk kali kedua.

Atau ketiga?

Semoga ini benar..

Semoga ini akan menjadi nyata

Bahwa aku ada disana lagi. 

Untuk kedua kali..

Ketiga kali..

Dan seterusnya..


Dia adalah...






Lemeshin Aja Dah...




It's my home, right?
Tempat aku meluapkan segala hal tanpa ada yang menghakimi? Tanpa ada yang mencaci atas apa yang menjadi keputusanku? Tentang apa yang menurutku benar, dan tentang apa yang menurutku ngga baik.

Upload foto sama pacar itu malesin banget nggak sih.

Bukan gue iri. Toh gue juga punya pacar kok. Tapi nggak segitunya sampai upload-upload segala macem aktifitas. Karena gue merasa udah bukan waktunya untuk mengumbar sesuatu yang belum pasti untuk kita milikin. Ya ngga sih?

Contohnya pacar. Bisa aja putus kan? Bisa aja ditikung orang kan?

Kalo udah nikah.. ya silahkan lah. Mau lo upload pas lagi bercinta juga bodo amat.

Tapi dengan upload itu bentuk dari rasa kasih sayang lho. Cara mereka mengungkapkan kebahagiaan. Itu karena lo ga pede aja buat upload foto ma pacar jadi gitu.

Yawislah. Semua orang punya sudut pandangnya masing-masing.


Tumblr itu bukan situs porno.

Heboh tumblr dipaksa gulung tikar (baca: blokir) sama pemerintah indonesia ini bikin gaduh sejagad maya pergalauan Indonesia Raya. Tiap galau ya tempat gue disana, atau berbagi inspirasi, berbagi pengetahuan lewat akun jurusan kuliah atau bening tirta, atau berbagi kata-kata manis mbeer yang paling bertahan 2 hari doang kemudian galau lagi.

Ngga ada itu akun-akun porno di tumblr gua. Bahkan gue sama sekali nggak tau kalo di tumblr itu bisa cari cewek-cowok lagi ng*we. Literally, gak tahu. Karena memang circle pertemanan tumblr gue ya gitu-gitu aja. Sebatas galau, atau bacain tulisannya KG.

Tapi dengan matiin sumber pencarian untuk pornografi itu baik? Semakin mematikan sumbernya kan si pencari secara langsung akan insaf.

Apa kabar dengan VPN? Apa kabar dengan browsec for chrome?

Sehari gue ribut lalala tentang pemblokiran tumblr gue dikasih link ma temen buat bisa akses situs yang diblokir pemerintah.

Jadi intinya... Mau seusaha apapun pemerintah buat blokir-blokiran akun, bagi orang yang memang punya kebiasaan untuk nonton yang bug*l-bu*il ya tetep aja ada aja cara mereka buat nyari cara buat bisa akses itu situs.

Yang perlu diblokir itu pemikiran porno orang-orang. Bukan blokir-memblokir situs yang lebih banyak manfaatnya daripada mudaratnya.

Ya itu sih dari kacamata gue. Kacamata lo mungkin bisa beda. Karena gue minusnya 4.

Bhay.


Harus ekstra sabar buat ngadepin orang yang punya beda pendapat sama kita ya kan.. .

COCO, The Best Movie Ever

Mama Coco, sejak meluncur di bioskop bulan november lalu, film ini menjadi salah satu film favorite gue. Walaupun gue cuma nonton sekali di bioskop karena sibuk bat monmaap guys, nggak menyurutkan niat gue untuk nyari-nyari film ini di berbagai platform media sosial penyedia film.

Akhirnya bulan Maret ini, Coco sudah ada di HOOQ!! Yeayyy!!! 


Dengan biaya sewa 29K gua nggak ragu buat ambil film ini.

Coco, ending film ini susah ditebak. Sejak awal film diputar, gue ngira yang namanya Coco ini si anak lakik yang bawa gitar. Tapi ternyata bukan. Dese namanya Miguel. 

Miguel dilahirkan di keluarga pengusaha sepatu. Keluarganya penentang musik garis keras. Sampai-sampai pengamen lewat di depan rumahnya aja diusir ._. dan gitar Miguel dihancurin waktu mau ikut kompetisi musik.

Selain itu laki-laki dalam foto yang disobek bagian kepala yang semula dikiranya Ernesto de La Cruz, ternyata bukan! Itu adalah Hector, sahabat De La Cruz, pemilik lagu-lagu yang dinyanyikan Ernesto.

Jadi permasalahan nenek buyut Miguel adalah Hector, suami mama Imelda ingin mengabdi pada passionnya di music. Semula, mama Imelda menyukai musik juga dan sering berduet dengan Hector, tapi sejak Coco lahir, mama Imelda jatuh cinta dengan Coco dan berniat untuk berhenti menyanyi, namun tidak dengan Hector. Hector memilih berkelana bersama sahabatnya, Ernesto de La Cruz. Namun di tengah-tengah perjalanan mereka Hector merasa rindu dengan Coco, sehingga memutuskan untuk pulang.

Namun Ernesto yang merasa tidak berdaya jika tanpa Hector, berniat untuk membunuhnya dengan meracuni Hector. Hector pun mati di tangan sahabatnya sendiri. Lagu-lagu yang diciptakan Hector kemudian di claim menjadi milik De La Cruz. Termasuk lagu Remember Me yang khusus Hector ciptakan untuk Coco.

Hector meninggal, tidak ada yang tahu, keluarga mungkin menganggap bahwa Hector benar-benar meninggalkan keluarga mereka karena musik, inilah yang membuat mama Imelda membenci musik dan diturunkan sampai ke Mamanya Miguel.

Namun tidak dengan Miguel. Miguel mewarisi bakat kakek buyutnya.

Mungkin Miguel tidak akan tahu kisah keluarganya jika dia tidak berusaha mengambil gitar De La Cruz. Karena inilah Miguel juga berhasil menyelamatkan ingatan Mama Coco akan papa Hector dan membuat Papa Hector berhasil menyeberang ke negeri manusia.


Part Miguel kembali dari dunia kematian dan mencoba mengembalikan ingatan Mama Coco akan Papa Hector, masih menjadi part yang menguras air mata. Meskipun berkali-kali sudah gue menonton Coco, di part ini gue masih aja nangis. Terharu bosku...

Anaknya mama Coco, yang selama ini melarang Miguel untuk bernyanyi pun berhasil luluh, dan mereka akhirnya mengetahui kisah sebenarnya. Bahwa pencipta lagu-lagu Ernesto adalah Hector, dan bahwa Hector tidak benar-benar meninggalkan keluarganya dan bahwa Hector sebenarnya dibunuh oleh sahabatnya sendiri demi popularitas.



Terlalu ribet kayaknya ya ini review. Kwwkwkwkwk.

Ini ungkapan bahagia aku karena bisa menonton Coco lagi. Meskipun dengan mengorbankan IGC 29.000. Tapi kembali bisa menonton Coco, priceless..





Kalian, udah nonton Coco, berapa kali?



Sekolah Atau Menikah (?)

Pernah nggak, dihadapkan dengan sesuatu permasalahan yang rumit, yang belum pernah dialami..?

Pergulatan batin tentang rencana masa depan yang menyangkut banyak orang.

Sekolah atau menikah?

Iya ini yang sedang gue pikirin sampai menjelang subuh gue nggak kunjung tidur. Keinginan gue untuk sekolah sampai Belanda, kadang mesti kudu dikaji ulang lagi.

Kenapa?

1. IP gua nggak nyampek bro untuk apply beasiswa. HAHAHAHA. Tapi ini masih diusahakan. Semoga aja Dewi Fortuna berpihak sama gue.

2. Ditantang menikah. Siapa coba yang ngga mau nikah? Orang yang ngga punya pacar aja minta-minta dikawinin, nah ini gua ketika udah ada yang ngajak ke pelaminan masih mikir-mikir aja. Huuffffhhh.

3. Omongan orang. I know that people's nyinyir nggak seharusnya masuk ke list pertimbangan kenapa gue harus mikirin ini masak-masak sih.. Tapi, pasti nggak sedikit orang yang bakal nyinyirin pilihan gue, kalo semisal gue pilih sekolah -nanti ga ada orang yang mau karena lo sekolah ketinggian- atau kalo gue milih nikah dulu baru sekolah -kasian suami ditinggal jauh ke luar negeri-

OMG..

I see bahwa pendidikan dan keluarga itu nggak bisa jalan bareng-bareng. Harus salah satu. Karena kalo memprioritaskan keduanya, salah satu bakalan ancur. Entah keluargamu atau pendidikanmu. Gituseeee kata orang.


Tapi kalo calon bojo bisa nerima ambisi (ciailaaa ambisi...ga deng, cita-cita), ga masalah kan ya...? 




Gimana nih calon suami..?




Atau menurut kaliyan, sekolah dan menikah itu bisa jalan barengan gasih? Atau memang harus ada yang dikorbankan salah satu?

Selasar Madinah

"Boleh duduk disini?" pinta seseorang lelaki, nampak masih muda dan enerjik, tak lupa kacamata hitam menutupi matanya, sebagai penghalau sinar teriknya matahari Makkah siang itu.

Jam menunjukkan pukul 4 sore, namun panasnya masih seperti matahari hanya sejengkal dari kepala, kaca bus pun tak mempan menghalau sinarnya.

"boleh silahkan.." kataku mempersilahkan laki-laki ini duduk di sebelah.

Sepanjang perjalanan city tour ini kami sibuk dengan pikiran kami masing-masing. Hingga akhirnya, mutawwif menyampaikan bahwa di sebelah kanan dari arah datangnya bus adalah Gua Hira, Gua Hira adalah suatu tempat yang menjadi saksi turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.

"Jangan minta kesana ya bapak-bapak ibu-ibu... capai nanti. Itu tinggi sekali guanya.." kata Ustad Hudy, pembimbing umrah kami kali ini.

"Dengerin tuh.. Jangan kesana kalo nggak fit banget." sebelahku tiba-tiba nyeletuk.

"Emang ustad udah pernah kesana?"tanyaku penasaran.

"Jangan panggil ustad, saya bukan ustad."

"Yaudah mas aja deh.. Udah pernah kesana tah? Emang itu tinggi banget? Tapi itu kayaknya banyak yang kesana. Banyak putih-putih itu..." tanyaku panjang lebar.

"Udah... sampai atas gempor. Lutut sampai nggak kerasa."

"Subhanallah.. Dulu pas Nabi Muhammad gimana ya...? Bisa sampai kesana..? Subhanallah..."

Entah setelah itu kami membicarakan apa, yang jelas diantara kami berdua tidak membiarkan waktu terlewat sia-sia begitu saja, sampai akhirnya...

"Mas udah nikah tah?"tanyaku penasaran.

"Menurut adek? Eh adek apa mbak ini saya manggilnya?"

"Apa aja deh..."

"Saya lulus 2014 dek, terus 2015 kesini.. mana sempatlah kepikiran nikah. Nikah itu bukan hanya ijab qobulnya aja, tapi kehidupan pasca itu, gimana urus rumah tangga belum nanti istri hamil, melahirkan, ngurus anak.. duh.... masih panjang.." katanya curcol.

"Hoooo.... kirain..."

"Kenapa memangnya.?"tanyanya penasaran.

"Nggak. Mau tau aja, kalo udah nikah itu istrinya disini atau di Indonesia. Gitu."Jelasku.

"Belum... belum nikah.."

"Bapak-Bapak Ibu-Ibu ini bisnya mau puter balik dulu, bapak ibu sabar dulu ya.."kata kak Hudy dengan nada serak serak khasnya.

"Eh gangnya kan sebelah sana, kenapa tadi ga turun seberang sana aja coba, kan bisa nyebrang terus jalan kaki."Kataku cerewet.

"Yaaah kan udah bayar sayang dong udah dibayar, keluar duit masih suruh jalan pula. Hahahaha...."katanya. Menyebalkan sekali orang ini, pikirku.

"Yaa kan hemat waktu. Waktu itu nggak bisa balik lagi, sementara duit bisa dicari."kataku masih ngeyel.

"Emang kamu nggak capek jalan kaki.."

"Aku mah dah biasa jalan kaki. Hmmmm..."

"Yaudah besok tak ajak jalan-jalan di Madinah ya.."

"Bener? Awas ya kalo sampai gempor. Tanggung jawab lho..!"

"Saya tanggung jawab kok.." jawabnya santai.

Yessss ada yang janji jalan-jalan di Madinah nanti.. Artinya nggak akan gabvt disana nanti. Orang ini... Asyik juga.. Tapi aku nggak tau siapa dia. Sekian banyak pertanyaan dan rasa penasaran akan siapakah gerangan laki-laki yang meminta sebelah tempat dudukku ketika di bus.?

Umroh kedua, sampai tawaf Wada, tidak ada komunikasi lagi dengan laki-laki misterius sebelah tempat duduk. Namun kehadirannya membuatku nyaman. Entahlah ada perasaan hangat ketika menatapnya dari kejauhan.. Semacam pengagum rahasia.

Saat tawaf kusempatkan untuk berdoa semoga perjalanan ke Madinah bisa berdekatan lagi seperti sebelumnya. Sehingga ku bisa mengenalnya lebih lanjut.

Namun, sekuat apapun kita berdoa, jika Allah menakdirkan untuk tidak, maka apapun keinginan kita tidak akan dikabulkan.

Perjalanan Madinah kala itu aku bersebelahan dengan ibu-ibu yang rajin sekali Tawaf.

Awalnya aku tidak duduk dengannya, namun dengan Safira, karena Safira masih balita dan ibunya duduk di depan, maka aku minta ibunya duduk dengan Safira dan aku ke depan. Rasanya sediiih banget ketika aku ada kawan duduk. Artinya nggak ada kesempatan untuk kenal dengan lelaki si bangku sebelah itu.

Perjalanan Makkah-Madinah menempuh waktu kurang lebih 7 jam. Semua Jemaah tertidur kala itu, termasuk aku. Sampai menjelang waktu magrib, kami semua turun untuk singgah shalat magrib qada dengan isya.

Tidurku memang istimewa, semiring apapun kepalaku aku tetap lelapnya tidur. Sampai akhirnya dia mengenaliku dan nyeletuk:

"Nyenyak banget bobonya, sampai miring-miring gitu. Hampir aja saya ambil fotonya."candanya sambil terbahak.

"Jahaaattt... ko ambil itu foto ha?" teriakku. 

"Hampiirrr... HAHAHAHAHA"

Aku cuma bisa bersungut-sungut.

Setelah selesai shalat magrib, semua kembali ke bus dan makan malam. Selama makan ibuk-ibuk sebelahku menghilang. Sampai aku kira dia hilang. Ternyata beliau ada bersama saudara-saudaranya.

Sempat terbersit harapan akan ada kesempatan bersama dengan Si bangku sebelah, namun lagi-lagi Tuhan berkata tidak. Ibuk-ibuk itu kembali ketika bus mulai berjalan.

"Loh buk tadi kemana?"Kataku basa-basi.

"Di depan. Tapi itu tempat duduknya ustad."

"Nggak papa. Biar nanti ustadnya disini sama saya."masih berusaha.

"Nggak lah disini aja." 

"Yaudah". Yaudah dengan nada kecewa.

Dari sini aku banyak belajar, seberapa kuat kita punya keinginan, seberapa besar kita berusaha untuk mendapatkan sesuatu tanpa didasari oleh tawakall, pasrah kepada Allah, tidak akan terjadi.

Setelah itu aku pasrah saja. Jika memang belum waktunya pasti tidak, jika memang sudah waktunya bagaimana rencana Allah pasti dipertemukan.


Benar saja.


Kuotaku menjelang sekarat waktu itu. Gara-gara si India. Aku penasaran dengan kebiasaan orang-orang India. Jadilah aku menghabiskan kuota 2GB untuk cari tahu seperti apa orang India ini. 

Aku sempat bertanya dengan tour leaderku saat itu gimana caranya nambah kuota.

Ternyata syarat untuk memperoleh kartu sim di Saudi cukup rumit, harus ada visa dan pasport, dan harganya juga relatif mahal.

Kemudian entah dari kerang sebelah mana, Si bangku sebelah ini muncul. Serasa dewa, dengan innocence celingak-celinguk mencari bangku di restoran hotel, ku sapa si dewa yang muncul tiba-tiba ini.

"Baru turun?"sapa ku.

"Iya. Adek udah makan?"tanyanya sambil duduk di meja sebelah.

"Mas, kuotaku mau habis, cara biar bisa nambah kuota gimana ya? Mahal gakpapa deh.."kataku memelas.

"Susah disini kalo mau beli kuota, mesti pakek visa. Udah tetring aja pake punya saya."

"Emang situ kuota banyak kah?"

"Tenang.. banyak bonusnya kok..."

"Alhamdulillaaahh...." kataku dengan mata berbinar.

"Oh iya, kemarin ada yang janji loh sama ku mau ajak jalan-jalan di Madinah.." kataku menagih janji.

"Hooo iya kah?"tanyanya. Nampaknya lupa.

"Hhmmmm lupa iya?"

"Yaudah deh yuk.. Mas tunggu di bawah ya."


Sejak setelah itu, selama 2 malam, kami menyusuri jalanan Madinah.. Mengelilingi sekitar Masjid Nabawi.. Yang masih tampak ramai meskipun malam mulai menjelang.

Malam kedua kami saling mengenal, bangku sebelah ini mengajakku makan malam. Selain karena jatah dari hotel pasti udah ludes, kebiasaan aku kalau habis ashar pasti baru pulang ke hotel habis isya, dan pastilah makan malam hotel habis.

"Kita ke Albaik ya.."ajaknya.

"Apa itu albaik?"

"Nanti juga tahu."

Jalanan kali ini lumayan agak panjang dan jauh.. Entah orang ini mau menculikku kemana. Aku iya iya aja.

Kemudian kami memasuki sebuah macam square gitu, mall tapi nggak terlalu ramai.

Albaik. Ayam macam K*C, namun dengan bumbu khas timur tengah yang disuntikkan ke jantung daging ayam. (sejak kapan daging ada jantungnya?)

Albaik ramai malam itu. Jadi kami memilih untuk take away.

"Tempatnya penuh banget. Kita cari bangku di luar aja ya...?"katanya.

"Mau dimana?"tanyaku bingung.

"Tadi di depan square lihat ada bangku nggak?"

"Lupa." kataku polos.

"Yaudah cari dulu deh yuk."

Setelah berjalan kesana kemari ketemulah rerumputan yang lumayan nggak bersih di sebelah gerombolan orang India makan dengan sembarangan.

"Disini aja gimana?"

"Yaudah gapapa."

"Maaf ya.. mungkin aku orang paling sembarangan yang ngajakin kamu makan di tepian jalan kek gini.,"kata si bangku sebelah merasa bersalah.

"Hahahaha santai aja."

Malam itu ditemani lalu lalang mobil dan obrolan orang India yang nggak tau juga ngomongin apa.. Kami menghabiskan setengah ekor ayam albaik.

Enak. Enak ayamnya dan yang nemaninya.


Yang paling penting. Gratisnya. 

Hahahaha...


Hari terakhir di Madinah, perjalanan ke Jeddah memerlukan waktu 7 jam. Tak ada harapan akan sebangku dengan si bangku sebelah. Semua sudah ku pasrahkan kepada Tuhan. Kalo memang Tuhan mengijinkan, inilah saat-saat terkahir aku mengenal dia. Mengenal sosok lelaki baik yang luar biasa untukku.

Sosok luar biasa yang kini ada pada tempat tersendiri dalam hatiku.

Bukan sebagai pasangan, namun sebagai teman baik, yang aku kenal di buminya Allah.

Sebagai sosok yang mengajariku banyak hal.

Mengenai keterlibatan Tuhan dalam setiap keputusan dan keinginan kita.

Mengenai rezeki yang perlu kita jemput.

Mengenai bagaimana laki-laki dan perempuan.

Kami tidak ditakdirkan untuk bersama. Namun kami ditakdirkan untuk saling mengenal satu sama lain.

Dia dikirim Tuhan untuk mengingatkanku akan adanya Tuhan.. Akan kebaikan Allah.. Tentang perlunya aku tahu tidak hanya Al-qur'an dan Hadist, tapi juga Ijtihad.



Terima kasih bangku sebelah. Jikalau kamu tak meminta tempat duduk di sebelahku. Mungkin aku tak mengenalmu.

Namun bagimu, jikalau aku tak kehabisan kuota, kita tidak mungkin saling mengenal.

You deserve better than me. But you, always in here 💙


Terima kasih atas waktunya selama aku di Madinah. Jalan-jalan menyenangkan di selasar Madinah,, Semua tersimpan rapih disini 💙


Madinah menjelang subuh








With Love,
Meta.

Bimbang

Why this happen to me God?
Why You choose me?

Its hurt, God..
I want a life like others.

Who have simple selection..
And find their soulmate in simplicity.


From far away..
"Bimbang" song played slowly..

Kata orang rindu itu indah
Namun bagiku ini menyiksa
Sejenak ku fikirkan untuk ku benci saja dirimu  
Namun sulitku membenci

Pejamkan mata bila kuingin bernafas lega 
Dalam anganku aku berada 
Disatu persimpangan jalan yang sulit kupilih
Posted on January 22, 2018 | Categories: